Salah seorang peserta SMN dari Papua, Frans Elieser Maisori sangat bersyukur bisa mengenal Pertamina dari Pulau Sabang ini, karena Indonesia sangat luas dan berpulau-pulau maka distribusi BBM sangat rumit.
“Ini memang seperti berpetualang, kita harus saling mengenal budaya hingga bisnis di Pulau yang paling barat dari Indonesia, maka kami bangga menjadi anak indonesia” lanjut Frans.
SMN diadakan oleh Kementerian BUMN beserta beberapa perusahaan BUMN, untuk menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus. Pada SMN 2018 ini, PT Pertamina (Persero) mengambil bagian dalam pertukaran pelajar dari Papua ke Aceh, serta menerima anak-anak Aceh yang bertukar ke Papua.
Setelah melalui proses seleksi di setiap kabupaten di Provinsi masing-masing, sebanyak 32 siswa di mana tiga siswa di antaranya memiliki keterbatasan (disabilitas), akan mengikuti masa pembekalan dari Pertamina dan pengajar-pengajar profesional. Pada masa pembekalan, siswa diberi ilmu menulis dan bercerita, termasuk tips membuat vlog menarik. Pasalnya, anak-anak diharapkan dapat menceritakan kembali pengalaman pertukarannya.
(Rizka Diputra)