JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta membentuk tim investigasi terkait benar tidaknya dugaan mahar politik oleh bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS yang disebut-sebut mencapai Rp500 miliar untuk masing-masing partai.
"Harusnya membentuk tim, saya sebut secara pribadi ini momentum. Karena ada pengakuan meski pengakuan dari pihak lain," ujar Pendiri Lingkar Madani Ray Rangkuti saat dihubungi, Senin (13/8).
Ray pun mengatakan bahwa Sandiaga harus menjelaskan secara rinci soal kabar yang santer tersiar itu. "Menyumbang kepada partai itu maksudnya apa? Kalau enggak jelas bisa masuk mahar. Saya berharap bawaslu buat tim, minimal memanggil pihak terkait meminta penjelasan, " tutupnya.

Sementara, Sandiaga Uno sebelumnya sudah membatah soal tudingan mahar tersebut.
"Kita bisa pastikan itu tidak benar. Saya besok akan ke KPK sore setelah tes kesehatan. Tentu LHKPN harus diperbaharui," kata Sandiaga usai mengikuti acara Ancol Triathlon di Ancol, Jakarta Utara, Minggu 12 Agustus 2018.
Soal adanya berita yang menyebut ia memberikan Rp1 triliun kepada PAN dan PKS untuk dana kampanye, Mantan Wagub DKI Jakarta itu mengatakan hal tersebut pelintiran. "Sangat tidak benar. Lihat saja transkripnya. Ya kalau mau belok kiri-kanan boleh tapi jangan lari dari transkrip,” kata Sandiaga.
(Angkasa Yudhistira)