Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa kurikulum di Universitas Pertamina didesain sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di masa depan, di antaranya dengan memasukkan 10 keterampilan yang dibutuhkan di tahun 2020, yaitu complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, judgement and decision making, service orientation, negotiation dan cognitive flexibility.
Selanjutnya, hampir setiap minggu, Universitas Pertamina mendatangkan tokoh-tokoh yang sukses di bidangnya masing-masing sehingga mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan wawasan. Selain itu, pengajar di Universitas Pertamina tidak hanya dosen, namun juga praktisi industri.
Mahasiswa juga tidak hanya belajar dalam lingkup kelas atau laboratorium, tetapi juga bisa belajar di luar kampus baik dalam bentuk fieldtrip, pertukaran pelajar ke luar negeri, maupun dalam bentuk internship di sektor industri.
“Hal ini sangat mungkin dilakukan karena Universitas Pertamina memiliki dukungan fasilitas dan kedekatan dengan industri (close to the industry), bahkan Universitas Pertamina lahir dari dunia industri, yaitu PT Pertamina (Persero), BUMN terbesar di Indonesia pada bidang energi,” ungkapnya.
Ia berharap, setelah menyelesaikan studi, para mahasiswa dapat berkiprah di berbagai arena kehidupan dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa Indonesia.