nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebut Presiden dan Warga Kenya Sebagai 'Monyet', Pengusaha China Ditangkap

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 07 September 2018 11:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 07 18 1947344 sebut-presiden-dan-warga-kenya-sebagai-monyet-pengusaha-china-ditangkap-GwZufzHJfx.jpg Liu Jiaqi. (Foto: Dinas Imigrasi Kenya)

NAIROBI – Pihak berwenang Kenya telah menangkap seorang pengusaha China setelah sebuah video yang memperlihatkannya mengucapkan rangkaian kata-kata rasis beredar di media sosial. Departemen imigrasi Kenya mengatakan, pengusaha bernama Liu Jiaqi itu akan diproses untuk dideportasi.

"Izin kerjanya telah dibatalkan dan dia akan dideportasi atas dasar rasisme," demikian keterangan dinas imigrasi Kenya melalui Twitter sebagaimana dilansir AFP, Jumat (7/9/2018).

Dalam video berdurasi dua setengah menit yang disebarkan melalui Twitter dan media sosial lainnya, Liu tampak tengah bertengkar dengan salah satu pegawainya dan terekam mengeluarkan serangkaian ucapan-ucapan rasis.

"Setiap orang, setiap warga Kenya ... seperti monyet, bahkan Uhuru Kenyatta. Semuanya," kata Liu. Uhuru Kenyatta adalah presiden Kenya.

Setelah pegawainya meminta Liu untuk kembali saja ke China jika dia berpikir demikian, Liu kembali mengeluarkan kata-kata hinaan.

"Saya tidak bisa berada di sini. Saya tidak suka di sini, seperti monyet, saya tidak suka berbicara dengan mereka, baunya tidak enak, dan miskin, dan bodoh, dan hitam. Saya tidak suka mereka. Mengapa mereka bukan seperti orang kulit putih, seperti orang Amerika? "

Dia mengatakan, dia berada di Kenya karena “uang itu penting”. Tidak diketahui apa pekerjaan Liu di Kenya.

Sejumlah warga Kenya menuntut Liu untuk didakwa, tidak hanya dipulangkan ke China, atas kata-kata rasis yang dia ucapkan.

Ini bukan pertama kalinya pekerja China di Kenya dituduh mengeluarkan pernyataan dan berkelakuan rasis. Awal tahun ini, pekerja Kenya di proyek jalur kereta yang dibangun China dilaporkan menerima diskriminasi dan tindakan rasis dari manajer dan staf warga China.

Pemerintah China baru saja menjanjikan investasi besar ke beberapa negara Afrika, termasuk Kenya. Pekan ini, Presiden Uhuru Kenyatta berada di Beijing untuk menghadiri konferensi di mana China menjanjikan investasi sebesar USD60 miliar di Afrika.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini