JENEWA – Presiden Iran, Rusia dan Turki, tiga negara yang terlibat dalam konflik di Suriah, bertemu di Teheran pada Jumat menjelang ofensif ke kubu pasukan pemberontak di Idlib yang mungkin akan menjadi pertempuran besar terakhir dalam konflik tersebut.
Sementara pasukan pemerintah Suriah yang didukung pesawat-pesawat Rusia mempersiapkan ofensif ke Idlib, PBB memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat menyebabkan bencana kemanusiaan.
BACA JUGA: Serangan Udara Rusia dan Suriah Hantam Idlib Tewaskan 13 Orang
Di luar kekhawatiran itu, pemimpin ketiga negara itu akan berusaha melindungi kepentingan mereka sendiri setelah berinvestasi secara militer dan diplomatik di Suriah.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov dalam pernyataan yang dilansir Reuters Jumat (7/9/2018) mengatakan, Moskow menggunakan pertemuan itu untuk menjelaskan situasi militer yang saat ini terjadi di Suriah. Moskow secara tegas menyatakan bahwa pasukan militan harus dipukul keluar dari Idlib.
Seorang pejabat dari aliansi pendukung pemerintah Suriah mengatakan, nasib dari kelompok-kelompok militan pemberontak di Idlib akan menjadi salah satu isu utama dalam pertemuan di Teheran.
Kelompok militan aliansi Tahrir al-Sham saat ini tengah membangun pertahanan di Idlib menunggu serangan dari pasukan Suriah dan pendukungnya.