nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putin Akui Tahu Identitas Pria yang Dituduh Racuni Mantan Mata-Mata Rusia di Inggris

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 12 September 2018 18:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 12 18 1949550 putin-akui-tahu-identitas-pria-yang-dituduh-racuni-mantan-mata-mata-rusia-di-inggris-chFX4m3N06.jpg Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

VLADIVOSTOK – Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia mengetahui identitas asli dua orang yang dituduh oleh jaksa Inggris sebagai pelaku upaya pembunuhan terhadap mantan mata-mata Rusia, Sergey Skripal dan putrinya, Yulia di Salisbury, Inggris Maret lalu.

Pekan lalu, kejaksaan Inggris mengidentifikasi dua warga Rusia yang disebut beroperasi dengan nama palsu, Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov, yang disebut berusaha meracuni Skripal dengan zat syaraf Novichok.

BACA JUGA: Inggris Buru Dua Mata-Mata Rusia Terduga Pelaku Serangan Racun Saraf

Diwartakan Reuters, Rabu (12/9/2018) Putin yang berbicara pada forum ekonomi di Vladivostok mengatakan bahwa Rusia telah menemukan kedua orang yang disebutkan oleh pihak Inggris dan bahwa keduanya adalah warga sipil tanpa ada sesuatu spesial atau memiliki catatan kriminal. Putin berharap kedua orang tersebut dapat muncul dan menceritakan kepada dunia mengenai kisah itu dari sudut pandang mereka.

Ruslan Boshirov dan Alexander Petrov. (Foto: AFP)

Petrov dan Boshirov diidentifikasi oleh kejaksaan Inggris sebagai mata-mata yang meracuni Skripal dengan persetujuan dari kepemimpinan Rusia di Kremlin. Penyelidik mengatakan, ada jejak racun Novichok yang ditemukan di kamar hotel yang digunakan keduanya saat berada di Inggris dan mereka dua kali tertangkap kamera CCTV di Salibury.

BACA JUGA: Rusia Tak Terima Tuduhan Inggris soal Peracunan Mantan Mata-Mata

Namun, Rusia membantah tuduhan itu dan menyatakan bahwa Kremlin terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap Skripal dan putrinya.

"Baik pimpinan puncak Rusia maupun mereka yang berpangkat rendah, dan para pejabat Rusia, tidak ada hubungannya dengan peristiwa di Salisbury," kata Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov saat itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini