Hariyono menjelaskan, Peter baru setahun terakhir mengemban tugas di BPIP. Peter bersama tim mendapat tugas berat dari Presiden, yakni merumuskan dokumen naskah otentik Hari Lahir Pancasila. Menurut tim kerja, Peter selalu murah hati memberi ruang bagi siapa saja yang menginterupsi penulisan historisnya.
"Para rekan sejawat di BPIP, kampus UNTAG dan UBK serta kerabat lain yang mengenal mendiang, sangat berduka. Rasa kehilangan sahabat tercermin dari perhatian besar dalam mengurus semua ikhwal prosesi penyemayaman, prosesi doa hingga pemakaman," akunya.
Kini usai sudah tugas intelektual yang tak lelah dilakoni Peter semasa hidup. Meski telah pergi, kenangan akan Peter Kasenda dan karya-karyanya, tetap ada menemani para sahabat dan rekan sejawat. Dan meski memilih tidak berkeluarga, Peter tetap ingin semua orang yang dikasihinya, menjadi pribadi yang tiada lelah untuk gelisah dan terus belajar.
"Pak Peter yang senantiasa bertekun dalam kesunyian olah pemikiran, menghantarkannya kepada Sang Pencipta. Selamat jalan sahabat dan rekan sejawat, Peter Kasenda. Tuhan Allah menantimu dengan penuh suka cita di surga," tandas Hariyono.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.