Ia menyampaikan, kelahiran bayi seperti ini tergolong langka, dan merupakan kasus ke-7 di seluruh dunia.
Syarifuddin belum bisa memastikan penyebab bayi lahir dengan kondisi tesebut.
"Jika dikaitkan dengan pekerjaan ayah sang bayi sebagai penambang, ataupun juga karena virus rubella, kita masih kesulitan mendapat informasi karena keluarganya masih tertutup," kata Syarifuddin
Rencananya, bayi yang belum diketahui namanya ini akan dirujuk ke Medan. Namun melihat kondisi bayi yang diprediksi hanya bertahan sampai tiga hari pihak rumah sakit masih menimbang untuk berangkat.
"Kita takut di jalan karena dari keterangan dokter, kondisi bayi kemungkinan hanya bertahan hidup 1 sampai 3 hari," jelasnya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.