nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pejambret HP Mahasiswi UIN Ciputat Roboh Ditembak Polisi

Hambali, Jurnalis · Senin 17 September 2018 23:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 17 338 1951761 pejambret-hp-mahasiswi-uin-ciputat-roboh-ditembak-polisi-NYCu18wNvQ.jpg Pelaku penjambretan mahasiswa UIN Ciputat (Foto: Hambali)

TANGSEL - Dua pria pelaku jambret terhadap mahasiswi Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), berhasil dibekuk polisi. Salah satu pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berupaya melawan petugas.

Pelaku pertama bernama Ismail Marjuki (23), perannya sebagai joki yang mengendarai sepeda motor saat beraksi. Sedangkan pelaku kedua merupakan seorang anak di bawah umur berinisial AM (17), tugasnya sebagai eksekutor yang merampas barang berharga milik korban.

Terakhir, kedua pelaku beraksi menjambret handphone dan tas milik Indah Maulidia (19), mahasiswi Fakultas Kedokteran UIN Ciputat, di Jalan Raya Pisangan Barat, Cirendeu, Ciputat Timur, Senin 4 September 2018, sekira pukul 18.30 WIB.

"Pelaku merampas handphone korban. Setelah itu, merampas pula tasnya, hingga korban terjatuh dan mengalami luka-luka," terang Kompol Arman, Wakapolres Tangsel, kepada Okezone, Senin (17/9/2018).

Ilustrasi 

Akibat peristiwa itu, Aman melanjutkan, korban mengalami luka-luka serta memar akibat terbentur dan terseret aspal jalan. Beberapa saksi di lokasi kejadian, lantas membawa korban ke rumah sakit guna mendapat perawatan.

"Dari keterangan sejumlah saksi, akhirnya petugas mengantongi identitas kedua pelaku. Kemudian tim melakukan pengejaran," sambungnya.

Setelah berhari-hari buron, dua bandit jalanan itu berhasil diringkus pada Jumat 14 September 2018, sekira pukul 21.00 WIB, di Jalan Gotong Royong, Pondok Cabe Udik, Pamulang. Para pelaku menyebutkan, jika barang hasil kejahatannya dijual kepada Rudi Suryadi, pemilik toko handphone di wilayah Pamulang.

"Kami mengamankan pula seorang pemilik toko handphone, tempat kedua pelaku menjual handphone hasil kejahatan itu," jelas Arman.

 Ilustrasi

Petugas pun masih melakukan penyelidikan terkait dugaan bahwa pelaku adalah residivis tindak kejahatan yang sama. Dari keterangan yang diperoleh, keduanya pernah beraksi di wilayah Kota Tangsel sebanyak 4 kali, Sawangan (Depok) sebanyak 2 kali, dan Pasar Parung (Bogor) sebanyak 2 kali.

"Sementara ini, mereka mengaku telah beraksi sebanyak 8 kali. Barang bukti yang kami sita adalah sepeda motor pelaku dan seunit handphone milik mahasiswi UIN," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini