Menyusul serangan tersebut, sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Presiden Hassan Rouhani memberikan pernyataan, menuduh musuh-musuh negara itu, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Negara-negara Teluk, telah memicu terjadinya pertumpahan darah dan bersumpah akan melakukan pembalasan.
BACA JUGA: Siapa Pelaku Serangan Maut di Iran yang Tewaskan 25 Orang?
Garda Revolusi dilaporkan telah menembakkan beberapa rudal ke wilayah kelompok oposisi di Irak dan Suriah yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok yang melakukan serangan di Ahvaz.
Sementara Uni Emirat Arab membantah tuduhan Iran yang menyatakan bahwa Abu Dhabi telah melatih pelaku penyerangan dan keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.