Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berusia 128 Tahun, Bangunan Sekolah Peninggalan Belanda di Depok Rusak Berat

Wahyu Muntinanto , Jurnalis-Kamis, 27 September 2018 |15:00 WIB
Berusia 128 Tahun, Bangunan Sekolah Peninggalan Belanda di Depok Rusak Berat
SDN Pancoran Mas 2 Depok Rusak Parah (foto: Wahyu/Okezone)
A
A
A

DEPOK - Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Pancoran Mas di Jalan Pemuda, Depok, Jawa Barat mengalami kerusakan cukup berat. Padahal bangunan tersebut merupakan bangunan bersejarah peninggalan zaman Belanda yang berdiri sejak 1890 silam.

Berdiri di lahan seluas 1.300 meter bangunan berusia 128 tahun ini mengalami kerusakan hampir di seluruh bagian gedung di antaranya jendela, fentilasi, lantai, warna dinding yang sudah mulai kusam serta di bagian atap yakni plafon serta genting.

Kondisi SDN Pancoran Mas 2 Depok Rusak Parah (foto: Wahyu/Okezone)	Kondisi SDN Pancoran Mas 2 Depok Rusak Parah (foto: Wahyu/Okezone) 

Seorang guru kelas VI SDN 2 Pancoran Mas, bernama Slamet mengatakan, kerusakan bangunan mulai tampak pada 2017 dan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan pada tiga bulan lalu plafon kelas VI dan V ambruk. Beruntung tak menimbulkan korban luka atau jiwa terhadap pasa siswa maupun siswi yang sedang mengikuti kegiatan belajar di dalam kelas.

"Sekolah ini memang sekarang kondisinya memprihatinkan, banyak bagian dari bangunan sekolah yang sudah tidak layak pakai. Tapi kami pihak sekolah berjuang sedikit demi sedikit memperbaiki bangunan yang sudah rusak," ucapnya di SDN 2, Pancoran Mas, di Jalan Pemuda, Depok, Jawa Barat, Kamis (27/9/2018).

Agar proses belajar mengajar tetap berjalan, Slamet menuturkan saat ini pihak sekolah terus berusaha mengumpulkan uang untuk perbaikan gedung, namun pada pertengahan September 2018 ini hanya terkumpul dana kurang dari Rp10 juta. Kemudian uang tersebut dipakai untuk memperbaiki bagian atap plafon.

Kondisi SDN Pancoran Mas 2 Depok Rusak Parah (foto: Wahyu/Okezone)	Kondisi SDN Pancoran Mas 2 Depok Rusak Parah (foto: Wahyu/Okezone) 

"Renovasi sekarang ini biaya sendiri. Dari kepala sekolah, guru-guru, dan beberapa orangtua murid yang mau membantu. Tapi kita enggak meminta atau memaksa orangtua murid, mereka menyumbang ya karena prihatin juga. Karena kita enggak dapat bantuan dana dari manapun," jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Aset Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) Ferdi Johanes mengatakan, pemeliharaan gedung SDN 2 Pancoran Mas Depok merupakan tanggungjawab Pemkot Depok, sebab gedung sekolah di lahan milik YLCC itu disewa oleh Pemkot Depok pada 1970, saat itu Depok masih tergabung dalam pemerintahan Bogor.

"Dulunya sekolah Belanda, jadi hanya orang-orang keturunan Eropa yang bersekolah di sana. Mulai tahun 1970 disewa, sekarang biaya sewanya Rp190 juta. Yang menyewa sekarang Pemkot Depok melalui Dinas Pendidikan," imbunya.

Kondisi SDN Pancoran Mas 2 Depok Rusak Parah (foto: Wahyu/Okezone) Kondisi SDN Pancoran Mas 2 Depok Rusak Parah (foto: Wahyu/Okezone) 

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok M. Thamrin tidak menampik prihal sewa menyewa bangunan yang menampung 500 murid SDN 2 Pancoran Mas. Akan tetapi terkait perawatan gedung, hal tersebut menjadi tanggungjawab YLCC selaku pemilik dan pihak penyewa gedung.

Dirinya pun mengaku tidak mengetahui secara rinci persoalan sewa menyewa bangunan itu, dia beralasan hanya melanjutkan kebijakan Pemkot Depok yang sudah ada sebelumnya.

"Itu SD yang disewa ke YLCC, disewa oleh Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pendidikan. Kerusakan bangunannya tanggung jawab YLCC, biaya sewanya Rp190 juta setahun. Saya enggak tahu sejak kapan gedung disewa. Pas saya jadi Kepala Dinas sudah melanjutkan saja. Bisa dilihat di YLCC itu semuanya," tegasnya.

Kondisi SDN Pancoran Mas 2 Depok Rusak Parah (foto: Wahyu/Okezone)Kondisi SDN Pancoran Mas 2 Depok Rusak Parah (foto: Wahyu/Okezone) 

Dalam sejarah singkat Cornelis Chastelein adalah orang Belanda yang lahir di Amsterdam, 10 Agustus 1657. Ia meninggal dunia di Depok, 28 Juni 1714 pada umur 56 tahun. Chastelein adalah seorang tuan tanah di daerah Depok pada masa awal kolonisasi VOC di Jawa.

Nama Chastelein tidak terpisahkan dari sejarah keberadaan sekelompok orang pribumi Kristen Protestan pertama di Asia, yang dikenal sebagai orang Belanda Depok. Chastelein juga diketahui sebagai salah satu orang yang menyimpan karya monumental Rumphius.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement