Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah, 1938 Ratusan Jiwa Meninggal

Antara , Jurnalis-Sabtu, 29 September 2018 |22:22 WIB
Sejarah Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah, 1938 Ratusan Jiwa Meninggal
Warga menyaksikan bangunan yang runtuh imbas gempa 7,4 terjang Palu. Foto/Ist
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya ada 10 bencana alam gempa bumi yang tidak jarang disertai tsunami di wilayah Sulawesi Tengah.

"Wilayah Sulawesi khususnya Sulawesi Tengah memang sangat rawan dan memiliki potensi gempa bumi yang cukup tinggi karena lokasinya berada di atas patahan sesar Palu-Koro," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengutip Antara Sabtu (29/9/2018).

Baca: Korban Meninggal Dunia di Palu Pasca-Gempa dan Tsunami Jadi 384 Orang

Patahan sesar Palu-Koro ini merupakan patahan dengan pergerakan terbesar kedua setelah Patahan Yapen di Kepulauan Yapen, Papua Barat.

Foto: Okezone/BNPB 

Setiap tahun patahan sesar Palu-Koro bergeser atau bergerak 35 milimeter sampai dengan 45 milimeter, sementara pergerakan patahan Yapen mencapai 46 milimeter per tahun.

Baca: Tembok Roboh Akibat Gempa, 560 Napi di Lapas Palu Kabur

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement