Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Uji Coba OK Otrip di Jakarta Resmi Berakhir

Antara , Jurnalis-Senin, 01 Oktober 2018 |22:44 WIB
Uji Coba OK Otrip di Jakarta Resmi Berakhir
OK Otrip (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - DKI Jakarta mengakhiri uji coba program integrasi angkutan umum dengan menggunakan kartu OK Otrip mulai hari ini, sekaligus resmi diterapkan setelah sebelumnya dilakukan uji coba sejak 15 Januari 2018 dan diperpanjang sebanyak empat kali.

"Hari ini menandai babak baru pengelolaan transportasi di Ibu Kota, uji coba sembilan bulan sudah terlewati. Penandatanganan ini merupakan awal untuk integritas transportasi publik di Jakarta sehingga nyaman, terjangkau dari segi jarak, harga dan luas wilayah, dengan harapan semakin banyak penduduk Jakarta menggunakan transportasi publik," kata Gubernur DKI Anies Baswedan saat penandatanganan MoU Trans Jakarta bersama operator angkutan kecil di Balai Kota Jakarta, Senin (1/10/2018).

Kendati hari ini resmi berakhir dan bergulirnya implementasi program Ok Otrip, skema tarif program ini tetap sama seperti saat uji coba. Artinya, masyarakat tidak dikenakan biaya saat naik bus kecil atau angkot.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, masyarakat hanya membayar tarif transjakarta saja. Adapun, tarif OK Otrip yang diterapkan paling besar Rp5.000 dalam waktu tiga jam.

"Jadi, silakan pengguna miliki kartu bisa naik angkot gratis, bayarnya nanti saat naik bus transjakarta," ujar Budi.

Pada acara penandatanganan nota kesepahaman ini, ada sebanyak enam operator yang menandatangani MoU kerja sama dengan PT Transjakarta untuk program integrasi angkutan ini yaitu Budi Luhur, KWK (Koperasi Wahana Kalpika), Puskop AU Halim Perdana Kusuma, PT Lestarisurya Gemapersada, Purimas Jaya dan PT Kencana Sakti Transport.

 OK Otrip

Budi mengklaim sebenarnya ada 11 operator yang akan bekerja sama dalam program ini. Namun, lima operator lain belum selesai proses administrasinya. Sementara itu, rute yang dilayani sejauh ini ada 33 trayek.

"Rutenya pasti akan tambah terus. Nanti, kami minta arahan dari Dishub," kata Budi.

Penandatanganan MoU tentang Penyedia Jasa Layanan Pengumpan dengan Bus Kecil dalam Program Integrasi Transportasi di Jakarta ini menjadi cikal bakal perluasan OK Otrip yang nantinya juga akan melibatkan moda transportasi berbasis rel, seperti MRT dan LRT. Selanjutnya, Program Integrasi Transportasi Publik di Jakarta ini akan berlangsung pada 33 trayek.

OK Otrip ini sendiri, hadir sebagai layanan transportasi publik yang inovatif lantaran mampu mengintegrasikan aspek manajemen, tarif, maupun rute pelayanan.

Selama masa Uji Coba, terhitung Januari sampai dengan September 2018, lebih dari 82.000 kartu OK Otrip terjual, dan lebih dari 67.000 pelanggan terlayani, serta melayani 21 rute.

OK Otrip telah memperoleh respons positif dari berbagai elemen masyarakat dilihat dari data pertumbuhan jumlah pengguna layanan OK Otrip. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta-pun merencanakan Program Integrasi Transportasi Publik ini sebagai program berkelanjutan, setelah sukses di masa uji coba.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement