Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

1.747 Rumah di Balaroa Tertimbun Lumpur Imbas Likuifaksi Palu

Bayu Septianto , Jurnalis-Selasa, 02 Oktober 2018 |16:58 WIB
1.747 Rumah di Balaroa Tertimbun Lumpur Imbas Likuifaksi Palu
Likuifaksi (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan setidaknya 1.747 rumah di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulawesi Tengah tertimbun lumpur akibat gempa bumi 7,4 SR yang mengguncang Kota Palu dan sekitarnya pada Jumat 28 September 2018 lalu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, fenomena tanah yang berubah menjadi lumpur dan kehilangan kekuatan disebut likuifaksi. Efek likuifaksi tersebut seolah-olah membuat perumahan Balaroa terkesan hanyut dan ditelan bumi.

Hal itu disebabkan oleh massa dan volume lumpur yang keluar dalam jumlah besar saat gempa. "Perumnas Balaroa terjadi pengangkatan dan penurunan. Perkiraan sementara 1.747 rumah," ujar Sutopo di Kantor BNPB, Jalan Raya Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2018).

Evakuasi korban gempa dan tsunami 

BNPB belum bisa memastikan berapa jumlah korban jiwa yang ada di Perumnas Balaroa. Hal ini lantaran alat berat sulit menjangkau kawasan tersebut akibat daerahnya yang didominasi oleh lumpur.

(Baca Juga: Poisi Ringkus Puluhan Pelaku Penjarahan di Palu-Donggala)

Selain di Perumnas Balaroa, kondisi sama juga terjadi di Kelurahan Petobo, Palu Selatan, tertimbun lumpur akibat gempa kemarin.

"Kita belum tahu jumlah korban yang tertimbun oleh amblesan di Balaroa dan likuifaksi di Petobo karena alat berat diterjunkan itu kadang berat, itu lumpur mengakibatkan alat berat ambles," tuturnya.(ari)

(M Budi Santosa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement