Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kiprah TNI di Era Milenial

Salman Mardira , Jurnalis-Sabtu, 06 Oktober 2018 |09:01 WIB
Kiprah TNI di Era Milenial
TNI (Antara)
A
A
A

“Kita benar-benar angkat topi setinggi-tingginya untuk TNI yang sangat berkorban untuk penanganan bencana selama ini, terutama untuk Lombok dan terakhir di Palu, Sigi dan Donggala,” kata anggota Komisi I DPR RI, Evita Nursanty.

Menurutnya hal itu sesuai dengan Permen Pertahanan Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pokok-Pokok Penyelenggaraan Tugas Bantuan TNI dalam Menanggulangi Bencana Alam, Pengungsian dan Bantuan Kemanusiaan.

Ketahanan Pangan

Selain penanganan bencana, TNI juga terlibat aktif dalam membantu pemerintah mewujudkan program swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional, dengan mengerahkan bintara ke desa-desa membantu petani menggarap lahan, membantu pengairan, hingga meningkatkan produksi.

Paskhas TNI AU (Dede/Okezone)

Mereka juga bergerak lewat TNI Mangunggal Membangun Desa (TMMD), program perbaikan dan peningkatan sarana-prasarana di pedesaan untuk menunjang pembangunan serta ekonomi.

Di luar negeri, peran TNI dalam mengawal perdamaian dunia juga diakui. Militer Indonesia selalu dilibatkan dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Secara individu, prajurit-prajurit TNI juga banyak mengukir prestasi dalam berbagai kompetisi tingkat lokal maupun international.

Tingkatkan Kemampuan

Presiden Jokowi meminta TNI terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan menghadapi kemajuan zaman.

"TNI menghadapi tantangan yang semakin kompleks, kemajuan teknologi informasi kecerdasan buatan, artificial intelligence, teknologi tanpa awak, media sosial dan berbagai perubahan sosial yang baru merupakan sebuah tantangan yang nyata dan harus diantisipasi," katanya.

Pasukan elite TNI AL (Okezone)

Hadi Tjahjanto meminta TNI terus meningkatkan wawasan dan skill menghadapi era revolusi industry 4.0.

“Saya mengajak seluruh prajurit agar tidak menutup diri dan mengurung diri di barak. TNI harus bertransformasi, harus membuka wawasan seluas-luasnya agar tidak tertinggal, terutama dalam merespon setiap permasalahan dan ancaman," ujar Hadi beberapa waktu lalu.

Menurutnya zaman digital ini ancaman dihadapi negara bukan sekadar kekuatan senjata. "Ancaman-ancaman perkembangan teknologi itu pada era revolusi 4.0 adalah ancaman siber, ancaman biologi dan ancaman kesenjangan."

Evita Nursanty mengatakan TNI harus terus latihan dan membenahi semua sisi. Meski perang sudah tidak ada sekarang, tapi prajurit harus selalu siap kapan dibutuhkan.

“Jadi harus siaga dalam setiap saat. Siaga itu mulai dari kemampuan personil, alutsista, manajemen, dan lainnya. Kita ingin TNI kita makin disegani di kawasan dan dunia untuk pertahanan kita,” tukas politikus PDI Perjuangan itu.

Latihan antiteror TNI AL (Rus Akbar/Okezone)

Susaningtyas Kertopati menilai pembenahan TNI harus diutamakan untuk peningkatan kompetensi dan kapasitas prajurit demi menjadi scholar warrior.

“Kompetensi prajurit TNI harus mencapai tingkatan setara dengan kompetensi prajurit negara maju. Kapasitas prajurit TNI harus mencapai tingkatan intelektual akademik melakukan analisis berbagai operasi militer secara ilmiah.”

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement