nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nikki Haley Mundur Sebagai Dubes AS untuk PBB

Agregasi VOA, Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 09:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 10 18 1961923 nikki-haley-mundur-sebagai-dubes-as-untuk-pbb-R5VbGUphfg.jpg Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Duta Besar Amerika untuk PBB, Nikki Haley, dilaporkan mengundurkan diri, menurut sejumlah laporan.

Situs berita dan informasi Axios, yang mengutip dua orang yang mengetahui langsung informasi tersebut, mengatakan, Selasa, Presiden Donald Trump telah menerima pengunduran diri Haley, namun belum jelas kapan Haley akan secara resmi meninggalkan jabatannya itu.

BACA JUGA: Dubes AS untuk PBB Diteriaki "Penandatangan Genosida" saat Pidato di Houston

CNN dan The New York Times juga melaporkan pengunduran diri Haley tersebut. NBC news melaporkan, Haley mengungkapkan rencana pengunduran diri kepada para stafnya juga pada Selasa, 9 OKtober.

Haley, seorang pentolan Partai Republik dan juga mantan gubernur South Carolina, bergabung dengan pemerintahan Trump pada 2017, hanya empat hari setelah Trump mulai menjabat sebagai presiden. Ia dikabarkan sudah mendiskusikan pengunduran dirinya itu dengan Trump pekan lalu di Gedung Putih.

Haley sebelumnya dikenal sebagai pengecam keras Trump. Ketika ia ditunjuk sebagai utusan AS untuk badan dunia itu setelah keterpilihan Trump pada November 2016, penunjukannya dipandang banyak pihak sebagai isyarat perdamaian.

BACA JUGA: Melihat Lebih Dekat Dubes AS untuk PBB Nikki Haley Membuat Roti India

Putri imigran asal India ini mendukung perdagangan bebas dan perdagangan dunia. Ia menjadi sorotan internasional karena berbicara menentang bendera Konfiderasi setelah terjadinya pembantaian tahun 2015 di sebuah gereja masyarakat kulit hitam di Charleston. Pada masa kampanye kepresidenan Trump, Haley sempat mengecam sikap blak-blakan Trump dan memperingatkan dampaknya bagi diplomasi Amerika. Ia bahkan mengisyaratkan bahwa kecencerungan Trump untuk mengecam para pengeritiknya bisa memicu perang dingin.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini