nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditanya Bawaslu, Guru SMA 87 Bilang "Mana Buktinya Saya Jelek-jelekan Jokowi?"

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 09:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962509 ditanya-bawaslu-guru-sma-87-bilang-mana-buktinya-saya-jelek-jelekan-jokowi-CaqmmBI4fc.jpg

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta telah memeriksa guru SMA 87 Jakarta berinisial N yang diduga melakukan doktrin kepada murid-muridnya untuk membenci Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Setelah diperiksa pada Rabu, 10 Oktober 2018 lalu, yang bersangkutan membantah telah menjelek-jelekkan Presiden Jokowi.

"Jadi saat kita ketemu dengan guru yang bersangkutan dan kepala sekolah, guru ini menyatakan bahwa kami tidak pernah melakukan intimidasi terhadap murid-murid apalagi menjelekkan Pak Jokowi," kata Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri saat dihubungi Okezone, Kamis (11/10/2018).

Berdasarkan pengakuan guru N, lanjut Jufri, dia merasa tak ada yang salah dalam melakukan kegiatan belajar mengajarnya selama ini. Tenaga pendidik itu cukup terkejut ketika dirinya menjadi perbincangan hangat di jagad dunia maya.

"Dia merasa bahwa dalam proses belajar dan mengajar yang disampaikan itu tidak ada masalah," imbuh dia.

(Baca Juga: 4 Fakta Guru SMA Doktrin Murid Benci Jokowi, Nomor 3 Reaksi Anies Baswedan)

Seperti diketahui, guru dengan inisial N itu telah meminta maaf kepada kepada orang nomor satu di Indonesia tersebut. Permintaan maaf itu dilakukan melalui secarik surat pernyataan yang diketik oleh dirinya dengan diberikan tanda tangan di atas meterai 6000.

Jufri menyatakan permohonan maaf itu hanya sebagai bentuk kebingungan yang bersangngkutan lantaran merasa tidak bersalah dan tak pernah mendoktrin para siswa untuk membenci Presiden Jokowi.

"Guru itu mengelak 'Mana buktinya kalau saya menjelek-jelekkan?' dia kaget juga. Minta maaf karena tiba-tiba seperti ini," pungkasnya.

Dunia maya sebelumnya dihebohkan dengan aduan dari seseorang yang menduga guru di SMA Negeri 87 Jakarta mendoktrin anaknya yang sekolah di sana untuk membenci Presiden Jokowi.

Dalam unggahan yang viral itu, pengadu yang mengaku orang tua murid menyebut anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan guru N di masjid dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Dalam aduan itu, si pengadu menjelaskan guru N menyebut banyak korban yang bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini