nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lima Bangsawan Saudi Hilang Setelah Keluhkan Kasus Jurnalis Jamal Khashoggi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 18:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 12 18 1963286 lima-bangsawan-saudi-hilang-setelah-keluhkan-kasus-jurnalis-jamal-khashoggi-koWGjC1rfr.jpg Foto: Reuters.

BERLIN - Sedikitnya lima bangsawan Arab Saudi dilaporkan menghilang setelah mencoba mengungkapkan keluhannya mereka dengan hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi yang lenyap sejak memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Dalam wawancara dengan Independent, Pangeran Khaled bin Farhan, seorang pembangkang dari kalangan keluarga kerajaan Arab Saudi yang tinggal di Jerman mengatakan, bangsawan Saudi yang menghilang adalah cucu-cucu dari pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdulaziz. Menurut Pangeran Khaled, mereka mengungkapkan ketidakpuasan terkait menghilangnya Khashoggi dalam pertemuan dengan pihak berwenang di Riyadh pekan lalu.

BACA JUGA: Turki Nyatakan Miliki Rekaman yang Buktikan Saudi Bunuh Jurnalis Jamal Khashoggi

Dia mengatakan, para bangsawan itu telah ditahan dan keberadaan mereka tidak diketahui.

“Baru lima hari yang lalu, sekelompok (bangsawan) mencoba mengunjungi Raja Salman, mengatakan bahwa mereka khawatir akan masa depan keluarga Al Saud. Mereka menyebut kasus Khashoggi," kata Pangeran bin Farhan sebagaimana dilansir dari Press TV, Jumat (12/10/2018). "Mereka semua dipenjara."

Lebih lanjut, Pangeran Khaled mengungkapkan bahwa Riyadh sering mencoba memancing para bangsawan pembangkang ke lokasi-lokasi diplomatik di luar negeri dengan menawarkan insentif finansial.

BACA JUGA: Dua Kritik Ini Diduga Jadi Alasan Jamal Khashoggi Diburu Arab Saudi

Menurutnya, kasus Khashoggi adalah bagian dari tindakan keras yang semakin meningkat dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk membungkam para pengkritik kerajaan. Pangeran Khaled mengatakan, 10 hari sebelum hilangnya Khashoggi Riyadh mencoba meminta keluarganya membawa dia ke Konsulat Saudi di Kairo dengan menjanjikan cek senilai jutaan dolar.

"Saya tahu apa yang bisa terjadi jika saya pergi ke kedutaan," katanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini