nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sita Dokumen Penting dari Rumah Anak Bupati Malang

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 19:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 12 337 1963342 kpk-sita-dokumen-penting-dari-rumah-anak-bupati-malang-jDSaMnNZnJ.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen penting usai menggeledah rumah anak Bupati Malang, Kresna Dewanata Phrosakh. ‎Dokumen tersebut diduga berkaitan dengan perkara korupsi yang menyeret ayahnya, Rendra Kresna.

"KPK lakukan penggeledahan rumah anak Bupati di Bumi Araya Malang. Disita dokumen terkait perkara ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

KPK sendiri telah menggeledah sejumlah lokasi secara berturut-turut sejak 4 Oktober 2018 hingga hari in‎i. Dalam penggeledahan sebelumnya, KPK telah menyita uang Dollar Singapura dan Rupiah, serta dokumen penting yang diduga berkaitan dengan perkara Rendra Kresna.

(Baca juga: Bupati Malang Siap Hadapi Proses Hukum sebagai Tersangka di KPK)

(Baca juga: KPK Sita 15 Ribu Dolar Singapura dari Rumah Bupati Malang)

Bupati Malang Rendra Kresna sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Rendra disangkakan melanggar dua pasal sekaligus yakni terkait suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan dugaan penerimaan gartifikasi.

 korupsi

Pada perkara pertama, Rendra ditetapkan tersangka bersama-sama dengan pihak swasta, Ali Murtopo (AM). Rendra diduga menerima suap Rp3,45 miliar dari Ali Murtopo terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ‎tahun anggaran 2011.

Kemudian, pada perkara kedua, Rendra diduga menerima gratifikasi sebesar Rp3,55 miliar selama menjabat Bupati Malang selama dua periode. Mantan Politikus NasDem tersebut diduga menerima gratifikasi bersama-sama dengan pihak swasta Eryk Armando Talla.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap sarana pendidikan, Rendra disangkakan melanggar Pasal‎ 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sementara yang diduga pemberi suap, Ali Murtopo disangkakan melanggar Pasal‎ 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan terkait penerimaan gratifikasi, Rendra dan Eryk disangkakan melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini