nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suap Bupati Malang, Sejumlah PNS dan Pegawai Swasta Diperiksa KPK

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 18:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 28 519 1984161 suap-bupati-malang-sejumlah-pns-dan-pegawai-swasta-diperiksa-kpk-ZjIRGKA5UG.jpg KPK (Okezone)

MALANG - Drama dugaan suap yang menyeret Bupati Malang Rendra Kresna terus bergulir. Kali ini, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memanggil sejumlah nama guna menjalani pemeriksaan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan, sepanjang Rabu (28/11/2018) KPK telah menjadwalkan memanggil 12 orang sebagai saksi.

 Baca juga: Dalami Dugaan Suap Bupati Malang, 15 Orang Diperiksa Penyidik KPK

"Setelah sejak Senin dan Selasa dilakukan pemeriksaan terhadap 24 orang saksi untuk tersangka RK. Hari ini, 28 November 2018 penyidik kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap 12 saksi lainnya di Polres Malang Kota," ungkap Febri melalui pesan singkatnya.

 Saksi Suap Bupati Malang (Avirista/Okezone)

Nama-nama tersebut terdiri dari PNS di lingkungan Pemkab Malang dan pihak swasta selaku pemenang proyek pengadaan yang ada di Kabupaten Malang.

 Baca juga: Dalami Suap Bupati Malang, KPK Periksa 9 Saksi

Adapun yang dipanggil yakni, Kepala Bidang Teknik DPUBM, Sabaruddin, Kepala Bidang Pembangunan/Peningkatan DPUBM, Irianto, dan Kepala Bidang Fasilitas Jalan DPUBM, Heri Suyadi, hingga Bendahara DPUBM Kabupaten Malang, Dewi Setyaningsih.

Ada juga Direktur Utama PT Anugrah Citra Abadi, Iwan Kurniawan, Staf Administrasi dan Keuangan PT Anugrah Citra Abadi, Rizka Ayu Novita Sari, Kabid Fasilitas Bina Marga Heri Soejadi, Staf Bina Marga Siti Munawati, Suharjito dari pegawai swasta, Soegijono dari Direktur CV Usaha Mandiri.

 Baca juga: Penahanan Bupati Nonaktif Malang Diperpanjang KPK

Selanjutnya, ada nama Sumarsito pegawai swasta, Choirul Anam yang menjabat Direktur PT Jayayasa, dan terakhir ada Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dr. Ratih Maharani.

Rendra Kresna sendiri diduga menerima uang dari Eryk Armando Talla senilai Rp3,55 miliar dan Ali Murtopo senilai Rp3,45 miliar terkait sejumlah proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini