nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permukiman Terdampak Limbah, Warga Kampung Picung: Airnya Kena Kulit Gatal dan Panas

Anggun Tifani, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 22:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 12 338 1963345 permukiman-terdampak-limbah-warga-kampung-picung-airnya-kena-kulit-gatal-dan-panas-i61jfyE9sn.jpg Warga mempelihatkan terkena air terdampak limbah pabrik. Fot: Okezone/Anggun Tifani

TANGERANG - Selama tujuh tahun, permukiman warga RT 01/05, Kampung Picung, Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, terdampak limbah kimia.

Sebanyak 54 warga yang tinggal di daerah tersebut, mengalami gatal-gatal dan merasa panas pada kulitnya. Hal itu terjadi setelah, air yang mengalir di permukiman setempat tercemar yang diduga berasal dari bekas gudang kimia yang berjarak sekitar 100 meter dari sekitar permukiman tersebut.

Salah seorang warga, Robiah (36) mengatakan, air yang tercemar tersebut berwarna kuning cerah. Nantinya bila warga tekena air itu akan merasakan gatal dan panas.

"Ini airnya kalau kena kulit gatal, terus panas dan gak lama langsung merah-merah. Kita juga terpaksa pakai air ini untuk mencuci bahkan terkadang untuk mandi. Tapi kalau untuk makan dan minum itu pakai air beli, air galon," tuturnya.

Foto: Okezone/Anggun Tifani 

Rabiah menuturkan, penyakit kulit yang dirasakan warga, telah terjadi sejak tujuh tahun terakhir. Dia pun mengatakan, pihaknya telah mengadu perihal yang mereka rasakan kepada pemerintah setempat, namun hal tersebut hingga kini belum menemui titik terangnya.

"Kita sudah lapor ke pemerintah tapi sampai saat ini belum ada hasil apa-apa. Kami masih gunakan air kuning ini untuk sehari-hari. Terkadang ada juga pabrik yang kasih kita air bersih tapi itu juga enggak sering," ungkapnya.

Puncaknya, penyakit gatal-gatal pernah mengakibatkan salah satu warga meninggal dunia.

"Ada yang meninggal dua tahun kemarin, namanya pak Bob, dia sudah tua kurang lebih umur 50 tahun lalu, dia meninggal sakit karena gatal-gatal itu. Sudah setahun dia mengalami itu sebelumnya," jelasnya.

Warga lainnya, Agus menuturkan, terkait penyakit yang diderita warga, telah mendapatkan bantuan dari pihak puskesmas kecamatan yang setiap bulan melakukan pemeriksaan.

"Kalau soal penyakitnya ada dibantu sama pihak puskesmas pengobatannya tapi, tinggal air bersihnya ini karena kalau tidak ada air bersih kita terpaksa tetap pakai air ini," ungkapnya.

Agus berharap, pemerintah dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapi dirinya dan warga lain. "Ya saya harap pemerintah dapat membantu masyarakat, mendapatkan air bersih untuk sehari-hari," tukasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini