Rabiah menuturkan, penyakit kulit yang dirasakan warga, telah terjadi sejak tujuh tahun terakhir. Dia pun mengatakan, pihaknya telah mengadu perihal yang mereka rasakan kepada pemerintah setempat, namun hal tersebut hingga kini belum menemui titik terangnya.
"Kita sudah lapor ke pemerintah tapi sampai saat ini belum ada hasil apa-apa. Kami masih gunakan air kuning ini untuk sehari-hari. Terkadang ada juga pabrik yang kasih kita air bersih tapi itu juga enggak sering," ungkapnya.
Puncaknya, penyakit gatal-gatal pernah mengakibatkan salah satu warga meninggal dunia.
"Ada yang meninggal dua tahun kemarin, namanya pak Bob, dia sudah tua kurang lebih umur 50 tahun lalu, dia meninggal sakit karena gatal-gatal itu. Sudah setahun dia mengalami itu sebelumnya," jelasnya.