nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Bom Ikan Tewaskan Nelayan di Pangkep, Ini Penjelasan Polda Sulsel

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 19:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 15 340 1964413 soal-bom-ikan-tewaskan-nelayan-di-pangkep-ini-penjelasan-polda-sulsel-YRAD9MiK5C.jpg ilustrasi.

MAKASSAR – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membagikan cuitannya di Twitter mengenai berita bom ikan yang meledak di tangan nelayan.

Dalam postingannya tersebut, Susi mengatakan, kejadian itu merupakan indikator kegagalan dari penegakan hukum.

“Kejadian ini menjadi indikator kegagalan penegakan hukum khususnya Polda Sulsel & Polres Pangkep dalam upaya preventif pada kasus destructive fishing,” ujarnya seperti dikutip Okezone dari Twitter resminya, Senin (15/10/2018).

Susi dalam cuitannya itu menyinggung penegak hukum soal dua nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom di Pulau Doang-Doangan Lompo, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan.

Akibat bom ikan yang mempunyai ledakan cukup besar tersebut, dua nelayan Pangkep terpental dari perahunya.

Satu nelayan yang bernama Ali (35) meninggal dunia. Rekannya bernama Herman (25) kritis dan sementara menjalani perawatan medis di puskesmas setempat.

Ilustrasi

Menanggapi cuitan Menteri Susi, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengatakan pihaknya sudah bekerja secara maksimal.

"Kita sudah maksimal melakukan penangkapan terhadap pelaku bom ikan. Namun masih ada saja nelayan menggunakan bom ikan," kata Dicky kepada Okezone, Senin (15/10/2018).

Menurut Dicky ini akan menjadi evaluasi bagi penegak hukum untuk meningkatkan koordinasi lintas sektoral dalam menangani bom ikan.

"Di laut itu banyak aparat penegak hukum. Mulai dari Bakamla, TNIAL, Bea Cukai, Pol Air. Masalah ini harus dibicarakan secara terpadu," ungkap Dicky.

(Baca Juga : Tangkap Ikan Pakai Bom, 4 Nelayan Madura Ditangkap Polisi)

Apalagi kata Dicky barang atau bahan pembuat bom ikan berasal dari Malaysia.

"Kita perlu kerjasama dengan Polis Diraja Malaysia dan Bea Cukai Malaysia. Pendidikan nelayan tentang bahaya bom ikan harus ditingkatkan, ini peran Dinas Perikanan. Masalah ini harus disupport semua pihak," terang Dicky.

(Baca Juga : Tangkap Ikan Pakai Bom, Belasan Nelayan Asal Sinjai Diringkus Polisi)

"Tidak bisa hanya penegak hukum saja disalahkan," lanjut Dicky.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini