1 Ton Bahan Peledak Ditemukan di Pulau Terpencil Sulawesi Selatan

Herman Amiruddin, Okezone · Kamis 05 Desember 2019 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 05 609 2138099 1-ton-bahan-peledak-ditemukan-di-pulau-terpencil-sulawesi-selatan-DRs3hI9907.jpg Penemuan bahan peledak di pulau terpencil di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

MAKASSAR – Sebanyak 1 ton bahan peledak pupuk amunium nitrat, bahan baku pembuatan bom ikan, yang merupakan hasil selundupan, ditemukan oleh polisi perairan Polres Pangkep di sebuah pulau terpencil di Kecamatan Liukang Tangayya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kasat Polair Polres Pangkep Iptu Deky mengatakan, saat ditemukan, kondisi bahan peledak ini tertimbun di tanah sedalam 2 meter dan terbungkus kain terpal.

Baca juga: Guru Ngaji Terluka Parah Usai Dilempar Bom Ikan 

"Pemiliknya tidak ada. Saat ini masih pengembangan memburu pelaku pemilik dari barang ilegal tersebut," kata Deky kepada Okezone, Rabu 4 Desember 2019.

Ia menyatakan masing-masing karung memiliki berat 25 kilogram dengan merek dagang cap Matahari Made in Jerman.

"Jika dikalkulasikan jumlah berat bahan peledak ini mencapai 1 ton," ungkap Deky.

Baca juga: Asyik Nganyam Bambu, Pria Ini Tewas Usai Dilempari Bom Ikan 

Dari hasil temuan tersebut, petugas Polairud Polres Pangkep lalu mengamankan seluruh barang bukti. Sementara pelaku yang merupakan pemilik dari barang selundupan ini masih pengejaran petugas.

Diketahui, pupuk amunium nitrat biasa digunakan oleh para nelayan nakal sebagai bahan pembuatan bom ikan.

Baca juga: Soal Bom Ikan Tewaskan Nelayan di Pangkep, Ini Penjelasan Polda Sulsel 

"Ini dapat merusak ekosistem laut. Barang tersebut biasanya dipesan dari luar negeri dengan cara ilegal melalui penyelundupan," jelas Deky.

Kemudian jika nantinya pemilik bahan peledak pupuk amunium nitrat ini ditemukan maka terancam dijerat dengan Undang-Undang Perdagangan serta UU Darurat tentang Tindak Pidana Ekonomi.

Baca juga: Tangkap Ikan Pakai Bom, 4 Nelayan Madura Ditangkap Polisi 

"Dijerat dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara," tegas Deky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini