PDAM Solo Akan Polisikan Pemilik Gudang Kimia yang Membuat Air Berwarna Merah Darah

Bramantyo, Okezone · Rabu 17 Oktober 2018 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 17 512 1965347 pdam-solo-akan-polisikan-pemilik-gudang-kimia-yang-membuat-air-berwarna-merah-darah-CBFOm2HGky.jpg Air PDAM Kota Solo Tercemar dan Berwarna Merah Darah (foto: Twitter/@pdamsolo)

SOLO - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Solo mengaku mengalami kerugian menyusul tercemarnya air oleh limbah hingga berwarna merah seperti darah. Humas PDAM Kota Solo Bayu mengatakan, nama baik perusahannya menjadi buruk menyusul peristiwa ini.

Selain itu, pihak PDAM pun mengalami kerugian material, karena selama dua minggu berturut-turut pihaknya melakukan pengurasan di bak penampungan air.

"Selama dua Minggu, kita melakukan pengurasan. Sehingga membuang air yang seharusnya bisa dikonsumsi masyarakat. Kedua kita mengeluarkan biaya untuk melakukan pengurasan yang seharusnya tidak perlu itukan butuh biaya," kata Bayu saat di konfirmasi Okezone, Rabu (17/10/2018).

"Masyarakat juga tidak bisa mengkonsumsi air yang kita juga produksi. Sehingga penggunaan air di daerah tersebut mengalami penurunan," sambungnya.

Karena kerugian itulah, PDAM siap melaporkan pemilik gudang pada pihak Kepolisian. Apalagi di lokasi pabrik, pihak PDAM menemukan adannya mesin yang diduga dipakai untuk menyemprot air limbah ke dalam pipa milik PDAM.

(Baca Juga: Air PDAM Dekat Rumah Jokowi di Solo Tiba-Tiba Berwarna Merah Darah) 

Menurut dia, mesin pemompa itu sudah diambil pihak kepolisian sebagai barang bukti. Selain itu, beberapa pipa juga turut diamankan polisi.

"Kami siap melaporkannya pada pihak kepolisian. Masih kita koordinasikan dulu untuk membuat pelaporan," terangnya.

Menurut Bayu, langkah tegas itu akan diambil untuk mengetahui apa motif pemilik gudang hingga berbuat nekat seperti itu. Pelaporan ini pun dilakukan karena air berwarna merah itu bisa menimbulkan rasa gatal dan sangat berbahaya bila dikonsumsi.

"Setelah bak penampungan kita bersihkan secara penuh, saat ini air sudah kembali normal. Kami hanya ingin tahu apa motif pemilik gudang hingga berbuat seperti itu. Agar tidak terulang, saluran dari pabrik itu sudah kita tutup,"pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini