Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cari Sumber Masalah Pencemaran Kali Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kebingungan

Wijayakusuma , Jurnalis-Jum'at, 19 Oktober 2018 |04:05 WIB
Cari Sumber Masalah Pencemaran Kali Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kebingungan
Kali Bekasi penuh busa (Foto: Wijayakusuma/Okezone)
A
A
A

BEKASI - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Jawa Barat melakukan sidak guna mencari tahu pihak-pihak yang telah melakukan pencemaran terhadap kali Bekasi, hingga menyebabkan kali tertutup oleh busa tebal. Sidak dilakukan dengan menyisir daerah hulu yang mengarah ke wilayah kali Cikeas.

Namun sepanjang penyisiran, pihak DLH yang turut menggandeng petugas Polres Metro Bekasi Kota, tidak menemukan satupun pihak yang terindikasi melakukan pencemaran ke kali Bekasi.

"Kami sudah susuri di sepanjang kali mengarah ke Cileungsi, tidak ditemukan adanya pabrik-pabrik atau industri rumahan yang membuang limbahnya ke kali Bekasi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, Kamis (18/10/2018).

Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap akan melakukan investigasi lebih lanjut, untuk mencari tahu apa sebenarnya yang menyebabkan kali Bekasi menjadi penuh busa dan beraroma tak sedap.

(Baca Juga: Kali Bekasi "Kumat" Lagi, Busa 20 Sentimeter Tutupi Permukaan Air)

"Masih akan kami tindaklanjuti dan cari tahu penyebab pastinya. Tapi kemungkinan penyebabnya tak hanya dari limbah Bekasi saja, bisa jadi kiriman dari kali Cileungsi," ungkapnya.

Diakui Jumhana, kondisi air serta endapan kali Bekasi memang sudah sangat tinggi, sehingga menyebabkan air akan cepat berbusa bila bergoyang. Terlebih pencemaran limbah di kali Bekasi yang terbilang cukup tinggi, membuat busa terlihat lebih tebal dari sebelumnya.

"Kami sudah melayangkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk mengajak kerjasama dalam penanggulangan masalah ini," pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement