BEKASI - Kemunculan busa di Kali Bekasi belum mendapat penanganan berarti dari pemerintah daerah hingga hari ketiga. Meski busa cenderung berkurang akibat hujan ringan yang turun Kamis malam, namun tak mengurangi aroma busuk yang menyengat di sekitar lokasi.
Sekoloni ikan sapu-sapu yang habitatnya di Kali Bekasi mulai bermunculan ke permukaan. Hal ini seolah menandakan betapa tingginya pencemaran air yang tergenang di Kali Bekasi. Jika terus dibiarkan, tentu akan berdampak pada ekosistem di sekitarnya.
Sidak yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi di sepanjang aliran kali pada Kamis (18/10/2018) masih belum membuahkan hasil. Padahal kemunculan busa sudah sering terjadi di Kali Bekasi, namun pemerintah daerah belum dapat mengungkap dalang di balik pencemaran air.

"Kita sudah pernah inspeksi mendadak ke 18 perusahaan dan ada 4 yang kami segel. Satu perusahaan yang bergerak di jasa laundry, sudah menjalani proses hukum," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, Jumat (19/10/2018).
(Baca juga: Kali Bekasi "Kumat" Lagi, Busa 20 Sentimeter Tutupi Permukaan Air)
Menurutnya, tingkat keasaman air di kali Bekasi sudah sangat tinggi, yang berarti pencemaran sudah sangat mengkhawatirkan bagi ekosistem sekitar. Bahkan, suplai air baku ke PDAM Tirta Patriot milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi juga terganggu.
"Karena kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan, kami ingin mengajak semua pihak untuk bekerjasama membenahi permasalahan pencemaran Kali Bekasi ini," imbuhnya.
Sementara itu, warga sekitar sangat menyayangkan pencemaran yang terjadi di Kali Bekasi. Pasalnya, kali tersebut sehari-harinya banyak dimanfaatkan warga sekitar untuk beragam kepentingan. "Ya memang biasanya banyak warga yang memanfaatkan kali, ada yang cari ikan, mancing, nyuci baju, mandi, pokoknya banyak digunakan warga," kata Gordy.
(Baca juga: Cari Sumber Masalah Pencemaran Kali Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kebingungan)
Warga pun hanya bisa berharap pemerintah daerah dapat segera membenahi permasalahan kali Bekasi karena menyangkut hajat hidup masyarakat luas. "Harapannya pemerintah bisa secepatnya membuat kali menjadi normal lagi, biar warga juga bisa memanfaatkan kali untuk kegiatan sehari-hari," tutupnya.

Seperti diketahui, permukaan kali Bekasi sejak Rabu (17/10), tertutup oleh busa putih setebal 20 sentimeter. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya sampah serta bau menyengat yang menguap dari dalam kali.
(Qur'anul Hidayat)