Share

"Monster Ayam Tanpa Kepala" Terekam Kamera di Samudera Selatan

ABC News, · Senin 22 Oktober 2018 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 22 18 1967105 monster-ayam-tanpa-kepala-terekam-kamera-di-samudera-selatan-3CyFEiyjJ0.jpg Teripang yang disebut sebagai "monster ayam tanpa kepala" terekam di Samudera Selatan. (Foto: NOAA)

ILMUWAN dari Divisi Antartika Australia (AAD) berhasil merekam jenis teripang langka yang dikenal dengan sebutan "monster ayam tanpa kepala". Hal ini sekaligus menandai pertama kalinya makhluk itu terlihat di kedalaman Samudera Selatan.

Teripang laut yang memiliki nama ilmiah Enypniastes eximia โ€“alias "monster ayam tanpa kepala"โ€“ ini terekam kamera bawah laut milik AAD yang baru yang dikerahkan kapal penangkap ikan yang beroperasi di Antartika.

Ilmuwan peneliti di AAD, Dirk Welsford, mengatakan organisme ini ditemukan tengah mengambang sekira 3 kilometer di bawah permukaan air di lepas Pantai Pulau Heard. Penemuan tersebut tentu sangat mengejutkan.

"Kami belum pernah melihat makhluk ini sebelumnya (di kawasan itu). Pada saat itu tidak ada dari kami yang benar-benar tahu apa itu, jadi kami melakukan apa yang dilakukan banyak ilmuwan dan mencari tahu," kata Dr Welsford, Senin (22/10/2018).

Sebagian besar teripang tidak bisa berenang, sementara "monster ayam tanpa kepala" ini mampu bergerak menyusuri kedalaman laut dan menurunkan dirinya ke dasar untuk mendapatkan makanan.

"Ini salah satu spesimen paling spektakuler yang pernah saya lihat," ungkapnya, "Mahluk ini cukup karismatik dengan gerakannya yang seperti terbang melewati kamera dan cukup tidak biasa bahwa teripang itu bisa berenang."

Kamera perekam dikerahkan dan diambil dengan kapal penangkap ikan yang beroperasi di Samudera Selatan. (Foto: AAD)

Organisme pemakan plankton berwarna ungu cerah yang memiliki sayap seperti kelelawar dan berukuran sebesar bola basket tersebut hanya pernah difilmkan saru kali sebelumnya di Teluk Meksiko pada lalu.

Doktor Welsford mengatakan julukan aneh organisme ini tidak lebih dari tertawaan para ilmuwan kelautan ketika pertama kali melihatnya.

"Makhluk itu memang terlihat sedikit seperti ayam dan itu nama yang keren," ucapnya, "Ini juga merupakan cerminan betapa sedikit yang kita ketahui tentang laut dalam dan hal-hal aneh yang kita lihat saat melakukan studi di sana."

Sementara sedikit yang diketahui tentang makhluk apa saja yang ada di kedalaman lautan di dunia, kondisi cuaca ekstrem dan terpencil di Samudera Selatan menyebabkan banyak makhluk penghuni laut di sana yang masih menjadi misteri.

"Hampir pasti banyak, lebih banyak hal yang tidak kita ketahui di dasar Samudera Selatan sana, yang menunggu untuk ditemukan," kata Dr Welford.

Hewan ini juga dikenal sebagai "penari Spanyol", karena gerakan berayunnya yang anggun dalam arus yang menyerupai gaun flamenco.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Teknologi Kamera Memajukan Ilmu Pengetahuan di Laut Dalam

Doktor Welsford mengatakan teknologi kamera kecil dan murah telah membantu pencarian yang dilakukan oleh AAD untuk menjelajahi kedalaman Samudera Selatan. Kamera bawah laut yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kualitas sama dengan kamera ponsel, namun ditempatkan di casing yang aman untuk menahan tekanan air yang tinggi dan suhu di bawah nol.

AAD sekarang dapat merekam lebih dalam melalui kapal nelayan. "Karena (teknologi) sekarang begitu portabel dan sangat murah. Kami berharap dapat menempatkan kamera di hampir setiap kapal nelayan yang turun ke selatan, sehingga kami dapat dengan cepat mendapatkan banyak data tentang apa yang terjadi di sana, dengan cara yang kita tidak pernah bisa melakukannya sebelumnya," kata Dr Welsford.

"Mengembangkan peralatan yang dapat bertahan dari kondisi arus laut dan suhu dibawah nol itu sangat sulit dilakukan hingga sekarang. Ini adalah kamera terdalam yang pernah digunakan di kapal penangkap ikan."

Makhluk unik

Samudera Selatan adalah satu-satunya samudera yang mengalir sepenuhnya mengelilingi bumi, tanpa terhalang oleh daratan yang signifikan dan merupakan rumah bagi sebagian besar hewan laut di dunia.

"Masih banyak sekali misteri di laut dalam yang kami baru saja lakukan hanya mulai menggores permukaannya saja," jelas Dr Welsford.

Ia berharap penggunaan kamera bawah air akan membantu melukiskan gambaran yang lebih jelas tentang keragaman, jumlah dan lokasi organisme di bagian terdalam lautan.

Data yang dihasilkan dari kamera bawah air akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan Komisi Konservasi Sumber Daya Kehidupan Bahari Antartika di Hobart, Tasmania, pada Senin 22 Oktober 2018.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini