nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerakan Indonesia Bersih Diminta Jadi Kebiasaan untuk Merevolusi Mental

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 27 Oktober 2018 16:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 27 340 1969760 gerakan-indonesia-bersih-diminta-jadi-kebiasaan-untuk-merevolusi-mental-thb8AxPZ8g.jpg Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman, Safri Burhanuddin. (Foto : Arie Dw Satrio/Okezone)

MANADO – Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK, dan Budaya Maritim,‎ Kemenko Kemaritiman, Safri Burhanuddin meminta agar Gerakan Indonesia Bersih (GIB) menjadi suatu kebiasaan yang mestinya dilakukan oleh masyarakat dan bukan perintah. Gerakan Indonesia Bersih sendiri memang salah satu program kabinet kerja Joko Widodo (Jokowi) dalam revolusi mental.

‎"Harapan kami itu yang sifatnya perintah bisa jadi suatu kebiasan, gerakan Indonesia bersih kan sebenarnya bukan perintah tapi untuk kebiasaan, makanya kami ingin jadi kebiasaan, budaya," kata Syarif saat menghadiri acara rembuk nasional‎ revolusi mental yang digelar di Hotel Aryaduta, Manado, Sabtu (27/10/2018).

Rembuk nasional sendiri, dikatakan Syarif, menjadi salah satu ajang evaluasi terkait program-program Gerakan Indonesia Bersih yang telah dilaksanakan oleh sejumlah Kementeriaan. Sebab, Gerakan Indonesia Bersih merupakan salah satu program gerakan nasional revolusi mental yang dijargonkan Presiden Joko Widodo.

"K‎alau kita melihat sekarang ini bagian dari evaluasi, makanya salah satu indikator kita adalah berapa jalan program kebersihan secara nasional ‎kita mulai, berapa jalan sekolah sehat, itu dari kontrol Kemenkes, terus berapa jalan dari kemendikbud terhaap unit kebersihan di sekolah nah itu yang kami kontrol, setiap Kementeriaan punya unit-unit yang memantau itu," ungkapnya.

Gerakan Indonesia Bersih (Arie Dwi Satrio/Okezone)

Syarif berpandangan belum banyak perubahan besar dari Gerakan Indonesia Bersih. Tapi menurutnya, gerakan tersebut sudah mulai timbul dan banyak yang menerapkan di berbagai daerah. Hal ini, dapat menjadikan program lanjutan kedepan.

‎‎

"Saya tidak melihat perubahan yang signifikan besar ya, tapi ‎ada perubahan ke arah sana contohnya sekarang hampir semua pimpinan sudah bicara tentang kebersihan, minimal semua sudah gaungkan, semua kota sekarang berlomba-lomba supaya bersih itu yang kami lihat," paparnya.

Sekadar informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental pada Desember 2016, lalu. Tujuan Inpres ini untuk memperbaiki dan membangun karakter bangsa dengan mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila.

Inpres tersebut ditujukan kepada para Menteri Kabinet Kerja,Sekretaris Kabinet,Jaksa Agung Republik Indonesia,Panglima Tentara Nasional Indonesia, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, para Kepala Sekretariat Lembaga Negara, para Gubernur dan para Bupati atau Walikota.

(Baca Juga : Buka PKN Revolusi Mental, Menko PMK Harap Semakin Banyak Masyarakat Berinovasi)

Presiden berharap para pejabat tersebut mengambil langkah sesuai tugas, fungsi dan kewenangannya dalam melaksanakan Gerakan Nasional Revolusi Mental. Dalam Inpres, terdapat lima program yang bisa menjadi pedoman bagi para pejabat dalam melaksanakan tugasnya.

Lima program tersebut yakni, Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Mandiri, Gerakan Indonesia Tertib, serta Gerakan Indonesia Bersatu.

(Baca Juga : Menko PMK Fokus Tingkatkan Pelayanan Publik Melalui Revolusi Mental)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini