Pemprov NTT Tak Jadikan Lion Air sebagai Maskapai Utama Perjalanan Dinas Pegawainya

Adi Rianghepat, Okezone · Rabu 31 Oktober 2018 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 340 1971389 pemprov-ntt-tak-jadikan-lion-air-sebagai-maskapai-utama-perjalanan-dinas-pegawainya-DiXbredXFX.jpg Pesawat Lion Air (foto: Reuters)

KUPANG- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur selama ini tak menjadikan Lion Air sebagai maskapai utama perjalanan dinas luar derah.

"Semua maskapai yang melayani rute dari dan ke Bandara El Tari di Kupang seperti Garuda, Citylink, NAM dan Batik Air juga dipakai jika melalukan perjalanan dinas luar daerah," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Sekretariat Daerah Provinsi NTT Semuel Pakereng kepada Okezone di Kupang, Rabu (31/10/2018).

(Baca Juga: Pemkot Bogor Akan Tinjau Kembali Pakai Lion Air untuk Perjalanan Dinas Pegawainya) 

Menurut dia, sejauh ini Pemerintah NTT tak pernah melakukan kerja sama khusus dengan maskapai Lion Air untuk perjalanan dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) ke luar daerah yang berbasis kepulauan itu. Para pejabat dan ASN kata Semuel bebas memilih maskapai yang dinilai sesuai dengan kondisi termasuk salah satunya harga tiket.

"Kadang-kadang pakai Garuda kadang Batik Air dan juga kadang Lion Air atau Citylink. Semuanya disesuaikan dengan kondisi termasuk harga tiketnya," kata Semuel.

 

Dengan adanya kejadian kecelakaan Lion Air PK-LQP rute Jakarta–Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin 29 Oktober 2018, Pemprov NTT belum bisa memastikan akan ada larangan atau tetap diberi kebebasan bagi tiap ASN yang lakukan perjalanan dinas ke luar daerah.

"Kalau saya secara pribadi masih akan menggunakan Lion Air bila bertugas ke luar daerah. Soal hal lain (musibah) itu sudah menjadi urusan Tuhan Yang Maha Kuasa," katanya dengan nada pasrah.

(Baca Juga: Terancam Disanksi, Bos Lion Air: Kita Minta Ada Keadilan, Bukan Emosi) 

Sementara itu saat disinggung soal gubernur dan wakil gubernur jika melakukan perjalanan dinas apakah masih memanfaatkan jet pribadinya? Semuel mengaku, kedua pimpinan itu saat ini sudah menggunakan maskapai penerbangan komersial.

"Kadang pak gubernur dan pak wakil gubernur menggunakan Garuda dan kadang pakai Batik Air," kata bekas Camat Kupang Timur di Kabupaten Kupang itu.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini