nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi Papua Terang, Jalan Berlumpur hingga Derasnya Sungai Pun Diarungi Pejuang Milenial

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Sabtu 03 November 2018 11:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 03 1 1972802 demi-papua-terang-jalan-berlumpur-hingga-derasnya-sungai-pun-diarungi-pejuang-milenial-PO7Bttce9q.jpg Para Pejuang Milenial berfoto bersama warga Papua (Foto: Dok. PLN)

SEBAGAI titik terakhir dari wilayah Indonesia, Merauke tidak hanya sarat akan wisata sejarah namun juga menyimpan alam yang mempesona. Merauke sarat akan nilai sejarah perjuangan bangsa dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di sisi lain, banyak wilayah di Merauke yang belum terjangkau listrik. Hal inilah yang mendorong para mahasiswa dan relawan PLN yang tergabung dalam Ekspedisi Papua Terang melakukan survei geografi, demografi, potensi energi baru terbarukan, serta sistem jaringan evakuasi daya di Merauke, Papua.

Ekspedisi Papua Terang beranggotakan 165 mahasiswa pencinta alam dari lima Perguruan Tinggi, yaitu dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Cenderawasih (Uncen), serta 130 relawan dari pegawai PLN.

Sebelumnya, Tim Ekspedisi Papua Terang yang disebut pejuang milenial ini telah melakukan survei listrik di Wamena, Papua. Mereka rela terpisah jauh dari keluarga dan hidup dalam keterbatasan untuk melakukan survei itu.

Para pejuang milenial ini melakukan survei ke sejumlah distrik di Kabupaten Boven Digoel, Tanah Merah, dan Kabupaten Mappi. Di antaranya di Distrik Edera, Distrik Kia, Distrik Fofi dan Distrik Bomakia.

Seperti halnya di Wamena, para pejuang milenal ini juga melewati medan yang cukup berat. Seperti harus menaiki speedboat di Sungai Kouh untuk menunju distrik yang dituju.

Duduk hanya dengan bertekuk lutut di speedboat tanpa atap, haus dan lelah tentu saja mewarnai perjalanan tersebut. Namun itu belum seberapa, sebab tantangan yang lebih berat sudah menunggu di depan.

Bagaimana tidak, pejuang milenial juga dihadapkan dengan jalan tanah berlumpur yang hampir membenamkan semua ban mobil taft yang mereka naikin. Terjebak dalam kondisi begini, mobil mereka terpaksa ditarik kendaraan lain agar medan berat tersebut bisa dilalui.

Berikutnya pejuang milenial menyusuri jalan berbatu dengan menumpang mobil double cabin. Kemudian dilanjutkan melewati jalan berbatu, dan bahkan harus naik sepeda motor untuk melewati jalan berlumpur lagi.

Bisa dibayangkan laju motor tak mudah, sebab acap kali terpelesat dan terjebak dalamnya lumpur. Butuh ektra sabar, hati-hati, dan tenaga yang cukup untuk melewati medan super berat tersebut.

Namun itu ternyata bukan akhir dari perjuangan perjalanan mereka. Sebab pejuang milenial ini juga mesti melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Hingga akhirnya mereka sampai di lokasi yang dituju.

Lelah tak jadi penghalang, pejuang milenal ini langsung melakukan survei geografi, demografi, potensi energi baru terbarukan, serta sistem jaringan evakuasi daya. Mereka juga melakukan tagging tempat dimana nantinya akan dibangun pembangkit tenaga listrik.

Semangat dalam menerangkan Papua terus berkobar di jiwa para pejuang millenial. Saksikan web series "Pejuang Millenial" eps. #3 untuk menjawab rasa penasaran kamu tentang #EkspedisiPapuaTerang.

Untuk diketahui, PLN telah berhasil melistriki sekitar 51 desa di Papua. Oleh karena itu, PLN akan terus berupaya mempercepat pembangunan listrik desa di wilayah Indonesia timur tersebut untuk mencapai target 1.216 desa.

PLN sendiri menargetkan Papua dapat terlistriki hingga 99 persen di 2019. Kondisi kelistrikan Papua dan Papua Barat saat ini memiliki daya mampu pembangkit sebesar 358,41 MW dengan beban puncak 294,24 MW, transmisi sepanjang 218 km dan gardu induk berkapasitas 144 MVA.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini