Foto itu memicu banyak pertanyaan di kepala Shrabani. "Siapa dia? Dari mana dia berasal? Bagaimana ceritanya? Bagaimana dia bisa terjun ke medan perang? Apakah kisahnya sedramatis kisah Mata Hari? Saya harus mencari jawabannya," kata Shrabani.
Dia pun kemudian mencari informasi lebih lanjut, dan kebetulan, arsip periode tersebut sudah tidak jadi rahasia negara lagi dan dibuka untuk umum. Seluruh kisah Noor pun bisa diungkap melalui dokumen-dokumen tersebut.
"Noor adalah perempuan pemberani. Dia ditawari menjadi mata-mata dengan syarat bahwa dia tidak akan dilindungi, dan kalau tertangkap dia tidak akan diselamatkan, tapi dengan yakin dia menyetujui," kata Shrabani, yang membaca dokumen wawancara Noor sebelum menjadi mata-mata.
Noor sangat cantik, dan itu justru menjadi awal kehancurannya, kata Shrabani.
"Dia dikhianati oleh orang yang cemburu kepadanya, sehingga akhirnya dia ditangkap, dan kemudian dijatuhi hukuman mati," kata Shrabani. Noor ditembak di Dachau, Jerman pada September 1944. Saat itu dia baru 30 tahun.
Meskipun berakhir tragis, mata-mata lainnya biasanya hanya bertahan tiga pekan dalam tugasnya sebelum ketahuan. Noor bertahan 3 bulan. "Jadi sebenarnya dia adalah mata-mata yang jago dalam menjalankan tugasnya," kata Shrabani.
Shrabani mengingat ketika dia membaca arsip-arsip tentang Noor, dia menemukan surat dari saudara laki-laki Noor yang dikirimkan kepada pemerintah Inggris. Surat itu berisi kekhawatiran karena Noor menghilang dan minta izin untuk melakukan pencarian.

Keberanian Noor Inayat Khan