nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBB Temukan Lebih dari 200 Kuburan Massal ISIS di Irak

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 06 November 2018 19:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 06 18 1974184 pbb-temukan-lebih-dari-200-kuburan-massal-isis-di-irak-T8frWHQLf5.jpg Kota Mosul di Provinsi Nineveh yang menjadi benteng pertahanan ISIS sampai Juli 2017. (Foto: AFP)

BAGHDAD - Lebih dari 200 kuburan massal yang berisi ribuan jasad telah ditemukan di daerah-daerah di Irak yang sebelumnya dikuasai kelompok teror ISIS. Penyelidik PBB menemukan kuburan-kuburan massal itu di wilayah kegubernuran Nineveh, Kirkuk, Salahuddin dan Anbar di utara dan barat Irak.

Laporan PBB menyebutkan, kuburan massal yang ditemukan kemungkinan berisi sampai 12.000 jasad korban ISIS.

Kelompok pimpinan Abu Bakr Al Baghdadi itu mengambil kendali sejumlah besar wilayah Irak pada 2014 dan memberlakukan hukum yang keras dan melakukan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap melakukan pelanggaran. Kekuatan ISIS di Irak pada akhirnya berhasil dihancurkan pada 2017, namun sisa-sisa kekuatannya masih ada di beberapa wilayah.

BACA JUGA: Pentagon: Kekuatan ISIS di Irak dan Suriah Hampir Pulih seperti Masa Jayanya

Menurut laporan PBB, lokasi-lokasi kuburan massal tersebut merupakan bukti-bukti penting yang tidak hanya bisa digunakan untuk mengidentifikasi para korban, tetapi juga membantu jaksa membangun kasus kejahatan perang, kejahatan kemanusiaan dan mungkin kasus genosida.

Laporan tersebut menjelaskan, telah ada 202 kuburan massal yang telah didokumentasikan sejauh ini, termasuk 95 di Nineveh, 37 di Kirkuk, 36 di Salahuddin dan 24 di Anbar.

Penyelidik memperkirakan antara 6.000 sampai 12.000 korban dikuburkan di lokasi-lokasi tersebut, termasuk perempuan, anak-anak, orang tua, orang cacat, pekerja asing dan anggota pasukan keamanan Irak.

"Lokasi kuburan massal yang didokumentasikan dalam laporan kami adalah sebuah bukti untuk menghancurkan kerugian manusia, penderitaan mendalam dan kekejaman yang mengejutkan," kata Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Irak, Ján Kubiš sebagaimana dikutip BBC, Selasa (6/11/2018).

"Menentukan kondisi terkait hilangnya nyawa yang signifikan akan menjadi langkah penting dalam proses berkabung bagi keluarga dan perjalanan mereka untuk mengamankan hak mereka terhadap kebenaran dan keadilan."

BACA JUGA: India Konfirmasi Pembunuhan 39 Pekerjanya oleh ISIS di Irak

Tantangan signifikan yang dihadapi keluarga orang hilang juga disoroti. Saat ini, mereka harus mendaftar dengan lima kantor Irak terpisah untuk mencoba mengetahui nasib orang-orang tercinta mereka. Laporan PBB itu meminta dibentuknya sebuah pendaftaran orang hilang yang terpusat dan kantor federal Orang Hilang.

Laporan tersebut juga mendesak masyarakat internasional untuk menyediakan lebih banyak sumber daya dan dukungan kepada pemerintah Irak untuk membantu melakukan pencarian forensik yang mendetail dari lokasi-lokasi kuburan massal itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini