nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengapa Pemilu Sela AS Kali Ini Begitu Menentukan?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 10:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 07 18 1974375 mengapa-pemilu-sela-as-kali-ini-begitu-menentukan-NxTtQcHeKm.JPG Foto: Reuters.

PEMILU sela AS hari ini akan membentuk politik Amerika selama dua tahun ke depan dan seterusnya.

Presiden Donald Trump bukanlah orang yang ikut Pemilu, sehingga jumlah pemilih diperkirakan berkurang.

Tetapi kekuasaannya dalam dua tahun terakhir mendatang akan bergantung pada hasil 6 November.

Siapa yang bertarung?

Pemilihan berlangsung untuk seluruh 435 anggota Dewan Perwakilan Rakyat, 35 dari 100 kursi di Senat dan 36 dari 50 gubernur negara bagian, juga banyak pejabat publik di negara bagian.

Partai Republik saat ini menguasai kedua majelis Kongres dan Gedung Putih. Tapi muncul perkiraan tentang 'gelombang baru' Demokrat.

BACA JUGA: Pemilu Sela Amerika Serikat: Waria pertama, Muslim Pertama, Muslimat Pertama

Dengan puluhan anggota parlemen Republik yang pensiun tahun ini, partai minoritas memiliki kesempatan untuk mengambil alih DPR. Demokrat membutuhkan 20 kursi atau lebih untuk mengendalikan majelis rendah.

Namun di Senat, Partai Republik diperkirakan akan mempertahankan mayoritas mereka dan mungkin bahkan mengkonsolidasikannya.

Itu karena dari 35 kursi yang dipertarungkan kali ini, 26 adalah kursi Demokrat (termasuk dua independen yang sehaluan dengan mereka) dan hanya sembilan oleh Partai Republik.

Demokrat mungkin perlu memenangkan semua pertarungan itu dan mengambil dua kursi Republik, namun sejauh ini satu kursi Demokrat justru diperkirakan lepas.

Sepuluh kursi Demokrat berada di negara bagian yang mendukung Trump pada Pemilu 2016 - dan lima di antaranya dimenangkan dengan dua digit.

Apa isu kunci di Pemilu ini?

Banyak yang menyebut Pemilu Sela ini adalah referendum tentang Trump.

Imigrasi tetap menjadi isu yang diharapkan oleh kedua pihak akan menguntungkan mereka.

Demokrat percaya retorika garis keras presiden pada topik ini membantu mereka menarik pemilih muda, kaum moderat di pinggiran kota dan kalangan minoritas.

Partai Republik sebaliknya mengandalkan sikap keras Trump untuk membuat kalangan konservatif yang berpikir Demokrat lebih peduli tentang imigran gelap dibanding warga AS, untuk memenuhi TPS.

Gerakan pengendalian senjata diluncurkan setelah penembakan SMA bulan Februari di Parkland, Florida, juga isu yang dimobilisasi untuk pemilihan.

Sementara itu, jajak pendapat Gallup baru-baru ini menyimpulkan bahwa perhatian utama bagi pemilih AS adalah kesehatan.

Partai Republik mengerahkan berbagai langkah untuk melemahkan Undang-Undang Perawatan Terjangkau, namun mereka gagal untuk membunuh sistem jaminan kesehatan yang dikenal sebagai Obamacare itu.

Pemilih cenderung menghukum partai yang berkuasa untuk meningkatnya biaya asuransi kesehatan, yang di bawah Trump terus meningkat menguras kantong warga Amerika .

Apa arti Pemilu Sela bagi Trump?

Jika Partai Republik kehilangan kendali di salah satu majelis Kongres, agenda domestik presiden akan terhadang saat sampai di Capitol Hill.

Jika Demokrat memenangkan DPR, mereka harus memutuskan RUU mana yang harus dilupakan .

Itu akan berarti pula meningkatnya pengawasan terhadap pemerintahan Trump, termasuk dugaan kolusi Rusia, transaksi bisnis Trump dan tuduhan serangan seksual yang dilakukannya.

BACA JUGA: Jelang Pemilu Sela, AS Berusaha Cegah Terulangnya Campur Tangan Rusia

Tetapi jika Republik berhasil mempertahankan mayoritas Senat, nominasi kabinet Trump akan gampang lolos dan penunjukan hakim konservatif akan mulus pula disetujui.

Jika Demokrat berhasil menguasai kedua majelis, Trump juga justru bisa memanfaatkannya.

Dia akan dapat menyalahkan Demokrat jika terjadi kemacetan kongres.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini