JAKARTA - Tantangan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke depan semakin kompleks. Oleh karenanya, di tengah persaingan global saat ini yang patut menjadi perhatian khusus TNI ialah pembenahan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati berujar, pembenahan alutsista TNI sejatinya terbagi dalam dua program, untuk alutsista yang dimiliki sebelum Minimum Essential Force (MEF) ditetapkan pemerintah maupun setelah MEF itu berjalan.
"Alutsista sebelum MEF dibenahi untuk mempertahankan life cyrcle agar tetap dapat digunakan sesuai pasokan rantai logistik dan keahlian prajurit TNI yang mengawaki Alutsista tersebut," ucap Susaningtyas dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone di Jakarta, Kamis (8/11/2018) malam.
Mantan anggota Komisi I DPR yang karib disapa Nuning itu menjelaskan, pada prinsipnya, pembenahan alutsista sebelum MEF ditujukan untuk efisiensi sedangkan pembenahan alutsista setelah MEF ditujukan untuk optimalisasi (efektif dan efisien).
Hal ini menurutnya, tentu merupakan hal yang mendasari diadakannya pekan pameran Indo Defense sebagai suatu ajang promosi atau pameran alutsista militer bergengsi yang banyak memamerkan peralatan dari software sampai hardware mutakhir yang diproduksi oleh industri persenjataan luar negeri maupun dalam negeri.