Namun, atas kejadian itu Tati mengaku salah dan meminta maaf kepada orang tua dan masyarakat karena caranya menghukum. Ia berjanji tidak akan melakukan hal serupa.
"Saya memohon maaf kepada seluruh orangtua dan masyarakat. Cara saya memang salah," ungkap Tati.
Sementara, Kasi Kesiswaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Maman Supratman mengaku prihatin dengan adanya kejadian tersebut.
"Kita turut prihatin. Nanti kita akan cek kesehatan siswa yang dihukum merokok ke dinas kesehatan. Ini baru pertama kali terjadi di Sukabumi, semoga tidak ada lagi kejadian ini di sekolah lain," ucap Maman.
Saat ini, kasus tersebut sudah dimusyawarahkan antara sekolah, orang tua dan dinas terkait. Orangtua meminta sekolah melakukan klarifikasi dan memberi pendampingan psikologis terhadap anak mereka.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.