Peristiwa Rosi mengikat anaknya itu di pohon sudah yang kedua kali terjadi. “Dulu kami mengikatnya di depan balai kota, pak wali pada saat itu datang menawarkan untuk disekolahkan atau dibina di dinas sosial, tapi saat itu saya menolaknya,” terangnya.
Kini Susi sudah rela dibina di dinsos namun hatinya berat menerima kenyataan itu. “Kalau pemerintah mau membantu kita ya silakan tapi kalau berpisah dengan Rehan saya tidak sanggup, kami bersama hidup, apalagi saya sudah tidak punya suami, sementara abang-abang sudah berkeluarga. Sekarang kami tinggal dengan ibu kandungku atau nenek Rehan yang sudah tua dan tidak bisa merawat Rehan,” terangnya.

Sebelum dibawa ke Mapol PP, ibu Rehan sempat melawan karena tidak mau berurusan dengan petugas. Namun setelah dijelaskan oleh petugas dari Dinas Sosial, akhirnya menurut juga.
“Kejadian tersebut sudah berlangsung sejak 5 tahun yang lalu, dan sebelumnya Susi orang tua sang anak telah diberikan bantuan berupa gerobak dan modal berjualan di rumahnya, agar tidak menelantarkan anaknya saat bekerja. Susi juga telah melakukan perjanjian dengan pihak dinas sosial untuk merawat anaknya dengan layak, namun kejadian tersebut kembali diulanginya dengan mengikat sang anak di bawah pohon beringin yang terletak di depan kantor balai kota,” ujar Retni Yanti, Kasi Disabilitas Anak, Dinsos Kota Padang.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.