Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Stadion Siliwangi, Tetap Megah tapi Tak Punya Ruh Lagi

CDB Yudistira , Jurnalis-Sabtu, 10 November 2018 |10:01 WIB
Stadion Siliwangi, Tetap Megah tapi Tak Punya Ruh Lagi
Stadion Siliwangi, tetap terawat meski kini seperti tak memiliki nyawa lagi (Foto: CDB/Okezone)
A
A
A

Sebelum masuk, ke stadion, terdapat beberapa ruangan yang dijadikan kantor pengelola. Berlanjut kedalam stadion, kepala macan yang berada di tribun timur menyambut setiap orang yang datang ke stadion tersebut.

Walau ditinggalkan, perawatan stadion itu, masih kerap dilakukan oleh pengelola. Namun, perawatannya memang tidak semaksimal meningat anggaran yang kurang memadai untuk melakukan perawatan secara menyeluruh.

Hal itu terlihat dari beberapa atap di tribun vip, yang sudah berkarat dan terlepas, cat yang sudah memudar di bangku-bangku tribun, tumbuhnya rerumputan yang sela-sela bangunan tribun, menambah kesan sudah menuanya stadion tersebut.

"Sejauh ini, untuk perawatan dari anggaran Kodam. Untuk perawatan dan pembersihan dilakukan oleh prajurit," ungkapnya.

Meski terbilang sudah "ditinggalkan", Stadion Siliwangi masih kerap digunakan untuk kegiatan internal TNI, maupun kegiatan masyarakat lainnya. Meski begitu, Stadion ini sudah tidak dapat lagi seperti dulu, digunakan dalam pertandingan-pertandingan besar.

"Untuk standarisasi Fifa enggak masuk (tidak bisa). Namun tujuan pembangunan ini sebagai sarana umum. Nah kita berharap, ke depan dapat ditingkatkan fungsinya, jadi sarana untuk kedekatan dengan masyarakat. Sebagai sarana fungsi untuk membina olahraga, sarana sosial dengan masyarakat," ucap dia.

Menjadi home base Persib Bandung, Stadion Siliwangi memberikan rezeki bagi warga sekitarnya. Beberapa warga yang berjualan dulu saat Persib tinggal di Siliwangi. Dengan begitu, dulu warga banyak meraup untung dengan kegiatan-kegiatan Persib, di Stadion Siliwangi.

"Dulu mah‎, jualan rame banget. Apalagi saat Persib main. Kalau sekarang mah laku satu juga udah alhamdulillah," ungkap salah seorang penjaja baju Persib, yang kerap berjualan di Stadion Siliwangi.

Bagi sebagian orang, Stadion Siliwangi punya cerita sendiri. Seperti yang di ceritakan Yana Umar, pentolan Bobotoh Persib, dirinya kembali teringat saat kerusuhan terjadi di Stadion Siliwangi pada 22 tahun lalu, atau tepatnya pada 1996.

Saat itu, seingatnya persib tengah akan melakukan laga pertandingan. Namun begitu, tiba-tiba situasi menjadi keos dan berujung kerusuhan.

"‎Saya waktu itu nolong teman dekat saya yang di hajar oleh aparat keamanan, kalau enggak buru-buru di tolong itu enggak tahu, tapi cepet sama anak-anak di buru-buru bawa ke rumah sakit," ungkap Yana.

Yana pun mengungkapkan, dengan hadirnya dua stadion baru, yang kerap digunakan Persib saat ini, tidak bisa menggantikan sejarah yang tercipta di Stadion Siliwangi. Menurutnya, Persib sendiri besar di Stadion tersebut.

Menurutnya, hanya di Stadion Siliwangi, emosional tim Persib dan Bobotoh terbangun. "‎Disana mah terasa kekompaknny‎a. Banyak kesan yang paling enak kalau disna itu saat pertandingan membludak, dulu mah bisa keluar bisa ke pinggir lapang, bisa jalan-jalan, beda sama sekarang. Jadi atmosfernya lebih ngena di Siliwangi," tuturnya.

"Begitu pun keangkeran Stadion Siliwangi. Berapa tim yang tumbang disana dan berapa kali juga Persib harus mengalami kekalahan disana," sambungnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement