nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IMB Dibatalkan, Gedung Rumah Sakit di Tangsel Ini Terancam Terbengkalai

Hambali, Jurnalis · Minggu 11 November 2018 04:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 11 340 1976127 imb-dibatalkan-gedung-rumah-sakit-di-tangsel-ini-terancam-terbengkalai-bStN6m4bV3.jpg Rumah Sakit (Foto: Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Nasib tragis dialami oleh Rumah Sakit Ichsan Medical Centre (IMC) Bintaro, Jalan Jombang Raya, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya, gedung rumah sakit itu terancam terbengkalai usai Mahkamah Agung (MA) membatalkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Lingkungan pembangunannya.

MA mengabulkan secara keseluruhan Kasasi yang diajukan warga yang tinggal di lingkungan RT05 RW11, Villa Bintaro Indah (VBI), Jombang, Ciputat. Mereka menggugat keluarnya Surat Keputusan (SK) IMB dan Izin Lingkungan yang dikeluarkan Wali Kota atas pembangunan RS IMC Bintaro.

"Atas keputusan tersebut, warga sangat bersyukur bahwa kebenaran dan keadilan dapat diperoleh meskipun dengan perjuangan yang panjang dan penuh air mata," tegas Walneg S. Jas, Kordinator warga VBI kepada Okezone, Sabtu (10/11/2018).

Keputusan MA tentang pembatalan itu tertera dengan Nomor 448 K/TUN/LH/2018 tanggal 25 September 2018. Surat pemberitahuan amar putusan Kasasi dikirimkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang kepada warga VBI pada tanggal 6 November 2018.

Baca Juga: Jokowi Ingin Rumah Sakit Bertransformasi Jadi Smart Hospital

Rumah Sakit

Dicantumkan dalam kutipan amar putusan MA itu antara lain :

Mengadili ;

1. Mengabulkan permohonan Kasasi dari para pemohon Kasasi (terdapat nama 13 pemohon).

2. Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi TUN Jakarta dengan Putusan Nomor 28/LH/2018/PT.TUN.JKT tanggal 03 April 2018, yang menguatkan Putusan PTUN Serang Nomor 22/G/LH/2017/PTUN-SRG tanggal 15 November 2017.

Amar putusan MA itu mengabulkan gugatan para penggugat untuk seluruhnya, dimana membatalkan SK Wali Kota Tangsel tentang pemberian IMB dan lingkungan RS IMC Bintaro. Selanjutnya, tergugat dalam hal ini adalah Wali Kota Tangsel harus mencabut kedua SK perizinan tersebut.

"Lembaga peradilan tertinggi di negara ini sudah menyatakan, kedua SK Wali Kota tersebut cacat hukum dan batal demi hukum. Maka Wali Kota Tangsel beserta jajarannya harus tunduk kepada hukum yang berlaku," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan Walneg, warga akan mengambil langkah lanjutan dengan segera mengajukan permohonan eksekusi kepada PTUN Serang. Pihaknya pun, dikatakan dia, mempertimbangkan untuk menindak lanjuti proses-proses hukum seperti dugaan pidana pemalsuan data dan informasi, serta dugaan pidana lainnya yang sempat diproses pihak kepolisian.

"Kami menghimbau kepada Wali Kota Tangsel agar segera berpihak kepada aspirasi warga untuk mengeksekusi putusan terhadap RS IMC," seru Walneg.

Akibat putusan Kasasi MA itu, kini gedung RS IMC bisa dikatakan harus menghentikan segala bentuk operasionalnya. Padahal, gedung berlantai 7 di area tersebut baru selesai dibangun. Lokasinya persis berdampingan dengan pemukiman warga VBI.

Gedung itu sendiri dibangun sejak tahun 2016 silam, dengan menggelontorkan dana sebesar Rp200 miliar. Catatan yang ada menyebutkan, di fasilitas baru itu akan tersedia sekira 200 kamar perawatan, dengan berbagai fasilitas kesehatan lainnya.

Sebenarnya, sejak awal proses pembangunan gedung, warga yang menghuni di VBI berulang kali memprotes proses administrasi mengenai dampak lingkungan yang dianggap tak sesuai aturan. Namun karena tak menemui titik temu, kedua pihak baik warga VBI maupun manajemen RS IMC akhirnya menyerahkan persoalan itu ke ranah hukum.

Sementara, Kuasa Hukum RS IMC, Jeffry MH, menyatakan, akan menghormati putusan Kasasi yang dikeluarkan oleh MA. Namun begitu, pihaknya akan mengkaji lebih dulu mengenai isi putusan tersebut sebelum melakukan upaya hukum berikutnya.

"Saya sendiri belum membaca detail isi putusannya. Intinya, kami menghormati proses hukum yang ada, termasuk dengan putusan Kasasi itu. Tapi nanti kami akan kaji bersama, apa langkah selanjutnya, masih ada PK," ucapnya dikonfirmasi terpisah soal Kasasi itu.

Baca Juga: Pihak Rumah Sakit Tolak Berikan Rekam Medis Ratna Sarumpaet

Rumah SAkit

Masih kata Jeffry, putusan Kasasi itu tidak serta merta menghentikan kegiatan operasional RS IMC. Dia pun menegaskan komitmen awal pembangunan rumah sakit itu, dimana keberadaannya menjadi hal yang positif bagi kemaslahatan masyarakat sekitar.

"Kami menghormati proses hukum yang berlaku, karena memang diketahui bahwa ini kan rumah sakit tujuannya untuk kemaslahatan orang banyak. Kita upayakan PK sebagai upaya hukum, tujuannya untuk mencari dan meminta keadilan atas hal ini," tandasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini