nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dubes Arab untuk Indonesia Sayangkan Pembakaran Kalimat Tauhid di Garut

Bayu Septianto, Jurnalis · Selasa 13 November 2018 17:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 13 337 1977323 dubes-arab-untuk-indonesia-sayangkan-soal-pembakaran-kalimat-tauhid-di-garut-WF3IyG4kWU.jpg Dubes Arab Saudi untuk Indonesia (Bayu Septianto/Okezone)

JAKARTA - Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi menyayangkan adanya peristiwa pembakaran kalimat tauhid yang tertulis dalam bendera berwarna hitam. Peristiwa pembakaran ini dilakukan oleh sejumlah orang saat pelaksanaan peringatan Hari Santri di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

"Yang paling penting yang kita sayangkan itu adalah pembakaran kalimat tauhid. kalimat tauhid, kalimatnya," ujar Osama saat gelar konferensi pers di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

 Baca juga: Vonis Terdakwa Pembakaran Bendera HTI Diharapkan Redam Kegaduhan

Pernyataan Osama itu disampaikan saat sebelumnya awak media memberondong pertanyaan soal Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

https://img-z.okeinfo.net/library/images/2018/10/22/97d7rfcn8tsl3mssbzcj_16200.jpg

Menurut Osama, kalimat tauhid memiliki arti penting bagi umat Islam. Sehingga, pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan mencari tahu siapa yang dengan sengaja memasang bendera bertuliskan kalimat tauhid di dinding rumah.

 Baca juga: Tiga Terdakwa Kasus Pembakaran Bendera HTI Divonis 10 Hari Penjara

"Kalau seandainya bendera itu diletakkan di dinding seseorang sebagai gambar atau apapun bentuknya. Maka perlu juga kita mencari tahu siapa yang melakukan atau berbuat seperti itu," jelas Osama.

Namun, dalam kasus yang menimpa Habib Rizieq, pemerintah Arab Saudi tak bisa begitu saja menetapkan Rizieq sebagai seseorang yang melakukan pelanggaran hukum karena rumahnya dipasangi bendera berkalimat tauhid.

"Apakah kemudian jika ada seseorang yang menempelkan bendera di tembok rumah ada yang menaruh bendera anda dianggap kriminal? Tidak kan?" katanya.

 Baca juga: Ratusan Aparat Gabungan Kawal Sidang Perdana Kasus Pembakaran Bendera

Menurut Osama bila ternyata Habib Rizieq melakukan pelanggaran, pemerintah Kerajaan Arab Saudi sudah pasti akan memproses pelanggaran tersebut, bahkan bisa memenjarakannya.

"Kalaulah seandainya habib rizieq memiliki masalah di kerajaan Arab Saudi tentu dia sudah dipenjara," ucap Osama.

Diketahui, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab sempat diperiksa oleh pihak kepolisian Arab Saudi terkait pemasangan bendera bertuliskan kalimat tauhid di belakang rumahnya. Bendera tersebut dianggap oleh otoritas Kerajaan Arab Saudi sebagai simbol organisasi yang telah dilarang.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini