Sandiaga Sebut Genderuwo Ekonomi, Ini Genderuwo Ekonomi Versi Kubu Jokowi

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 13 November 2018 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 13 605 1977115 sandiaga-sebut-genderuwi-ekonomi-ini-genderuwo-ekonomi-versi-kubu-jokowi-CLP137WRix.jpg Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai sosok genderuwo yang sedang tenar pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu adalah mereka yang suka menakuti dengan menyebut situasi ekonomi Indonesia tengah buruk.

Pernyataan Ace itu menanggapi apa yang disampaikan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang meminta pemerintah mewaspadai para "genderuwo" ekonomi, mulai dari ekonomi rente hingga pangan.

"Bagi kami, genderuwo ekonomi tercermin dari pernyataan para politisi yang selalu menakut-nakuti rakyat dengan narasi yang pesimistis dan ketidakpastian ekonomi yang sebetulnya tidak sesuai dengan fakta objektif yang dihadapi masyarakat," ujar Ace dalam keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, Selasa (13/11/2018).

Ace mencontohkan narasi-narasi pesimistis yang pernah disampaikan pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Di antaranya Indonesia akan bubar di tahun 2030, rakyat Indonesia 99% hidup pas-pasan, harga-harga bahan pokok di pasar naik, tempe setipis ATM, chicken rice di Singapura lebih murah dibandingkan di Jakarta, dan lain-lain.

Ace Hasan Syadzily

Menurut Ace, narasi-narasi tersebut malah membuat rakyat seakan-akan takut. Sementara itu, ia menyangsikan fakta-fakta yang disampaikan Prabowo-Sandiaga dan tim pemenangannya.

"Pak Jokowi telah melakukan pengecekan langsung di pasar untuk memastikan harga-harga kebutuhan pokok itu apakah sesuai dengan yang dituduhkan. Ternyata kenyataan tidak. Harga-harga stabil sebagaimana data inflasi yang selalu terkendali selama pemerintahan Jokowi," jelasnya.

(Baca Juga : Soal Politik Genderuwo, PPP: Politik Itu Adu Gagasan, Bukan Propaganda Murahan)

Ketua DPP Partai Golkar itu memaklumi perbedaan pandangan politik itu merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, ia menyayangkan adanya upaya menciptakan ketakutan ekonomi yang sangat membahayakan bagi rakyat.

"Kami tahu bahwa tujuan dari narasi itu adalah bagian dari mencari simpati rakyat. Namun apakah harus dengan cara begitu kita ingin mendapat simpati rakyat yang justu merugikan rakyat itu sendiri? " pungkasnya.

(Baca Juga : Sosok "Genderuwo" Adalah Politisi yang Tebar Ketakutan ke Rakyat)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini