nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dugaan Korupsi Bansos, Sekda Tasikmalaya Rugikan Negara Rp3,9 Miliar

CDB Yudistira, Jurnalis · Jum'at 16 November 2018 14:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 16 525 1978720 dugaan-korupsi-bansos-sekda-tasikmalaya-rugikan-negara-rp3-9-miliar-wVGJDvZTyb.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BANDUNG - Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Barat (Jabar), mengungkap tindak pidana korupsi, dalam program dana hibah bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Tasikmalaya, yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2017.

Dalam ungkap kasus ini, polisi tetapkan sembilan orang tersangka, yang salah satunya ialah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Khodir. Sementara delapan orang lainnya yakni, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi, dan Inspektorat Kabupaten Tas‎ikmalaya Endin.

Kemudian, PNS di bagian Kesra Kabupaten Tasikmalaya Alam Rahadian Muharam, PNS di Kesra Kabupaten Tasikmalaya Eka Ariansyah, serta tiga warga sipil diantaranya Lia Sri Mulyani, Mulyana dan Setiawan.

"Total kerugian Rp3,9 miliar," tutur Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, saat ungkap kasus di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jumat (16/11/2018).

Ilustrasi 

Agung mengatakan, modus operandi tindak korupsi dana hibah bansos ini, berawal pada tahun anggaran 2017, Kabupaten Tasikmalaya, menganggarkan dana hibah bansos yang bersumber dari APBD Kabupaten Tasikmalaya.

(Baca Juga: Sekda Tasikmalaya Ditangkap, Diduga terkait Korupsi Dana Hibah)

Dana hibah bansos itu, diperuntukan untuk 21 yayasan atau lembaga keagamaan. Kemudian, tersangka Abdul Khodir, tersangka Maman Jamaludin, meminta tersangka Alam Rahadian Muharam selaku staf bagian Kesra Setda, dan Eka Ariyansyah untuk mencarikan yayasan yang bakal menerima hibah.

Dari situ, tersangka Alam dan Eka, meminta kepada tersangka Lia Sri Mulyani untuk mencarikan yayasan penerima hibah. Dari situ, berdasarkan perintah tersangka Eka, dua tersangka lainnya, yakni Mulyana dan ‎Setiawan, untuk juga mencarikan yayasan dan membuatkan proposal serta memotong dana hibah yang cair.

"Dari dana hibah yang dianggarkan tidak diberikan semuanya, hanya 10 persen ‎yang di berikan ke 21 yayasan," jelasnya.

Sementara itu, sisa dari anggaran dana hibah bansos, dibagikan kepada sembilan orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka. Para penerima sisa dana hibah bansos, rata-rata menerima 100 sampai 600 juta lebih.

"Untuk tersangka AK (Sekda Tasikmalaya) memperoleh Rp1,4 miliar," katanya.

Dari pengungkapan ini pun, barang bukti yang diamankan diantaranya dua unit sepeda motor, satu mobil, sebidang tanah di Kabupaten Tasikmalaya, uang tunai Rp1,951 miliar dan beberapa dokumen.

Polisi pun terapkan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 12, UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 dan 56 KHUPidana dan Pasal 64 Ayat (1) KHUPidana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini