nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Sumut Periksa 6 Penyidik terkait Kasus Istri Bupati Pakpak Bharat

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 22:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 22 608 1981492 polda-sumut-periksa-6-penyidik-terkait-kasus-istri-bupati-pakpak-bharat-zdMl69iLBJ.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

MEDAN – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) melakukan penyelidikan internal terkait aliran dana dari Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu ke penyidik kepolisian.

Penyelidikan internal ini dilakukan setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengembangan atas penangkapan Remigo dalam kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat.

Di mana, dari pengembangan itu, KPK mensinyalir aliran dana dari hasil suap Remigo, digunakan untuk mengamankan kasus dugaan korupsi dana Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari APBD Kabupaten Pakpak Bharat, yang menyeret istri Remigo, Made Tirta Kusuma Dewi. Kasus korupsi dana PKK itu sempat ditangani Polda Sumut meski akhirnya dihentikan.

(Baca Juga: Bupati Pakpak Bharat Diduga Gunakan Suap untuk Bantu Istrinya yang Terjerat Kasus)

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto menyebutkan, mereka sudah memeriksa enam penyidiknya atas kasus dugaan aliran dana itu. Mereka juga sudah memeriksa seorang karyawan swasta berinisial FD. FD kabarnya dimintai bantuan oleh Remigo untuk menyelesaikan perkara korupsi PKK yang menjerat istrinya. Remigo menyerahkan uang kepada FD senilai Rp400 juta melalui orang kepercayaannya berinisial RA.

"Ternyata dia (FD) memang menerima uang tersebut dan disimpan dalam rekeningnya. Dan yang bersangkutan memanfaatkan situasi itu atas permintaan bupati, melalui orang kepercayaannya, berinisial RA. Alasannya bisa mengurus. Tapi satupun penyidik tidak ada dihubungi oleh si RA dan FD," kata Agus Andrianto, Kamis (22/11/2018).

Agus mengatakan, jika KPK nantinya ingin mengusut dugaan aliran dana tersebut, ia berharap KPK menggunakan aturan-aturan yang ada. Satu di antaranya meminta izin kepada pimpinan Kapolri.

“Pakai aturan dong. Harus ada izin Kapolri dulu. Apalagi kita kan sudah melakukan pemeriksaan internal juga. Jadi, tidak bisa seenaknya,” ujar Agus.

Sebelumnya, KPK menyatakan pihaknya tengah mendalami hubungan antara kasus suap yang membelit Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu dengan adanya penghentian penyidikan kasus yang menjerat istrinya, Made Tirta Kusuma Dewi oleh Polda Sumut.

"Akan didalami oleh penyidik relevansinya seperti apa, sudah pasti harus dilihat fakta yang terkait dengan wewenang KPK," ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

(Baca Juga: KPK Tetap Usut Aliran Suap Bupati Pakpak Bharat yang Dipakai untuk Kasus Istrinya)

KPK segel

Saut menambahkan, pihaknya akan melihat terlebih dahulu konstruksi kasus yang membelit istri Remigo tersebut. "Kami juga akan menggali alasan Remigo mengumpulkan duit untuk mengurus kasus istrinya," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini