Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nasdem Kritisi Kadispora Serahkan Pembangunan Stadion BMW ke Jakpro

Muhamad Rizky , Jurnalis-Jum'at, 23 November 2018 |15:43 WIB
Nasdem Kritisi Kadispora Serahkan Pembangunan Stadion BMW ke Jakpro
Taman BMW (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Nasdem, Bestari Barus mengkritisi ucapan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta Ratinoyo yang menyerahkan pembangunan Stadion BMW kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Bestari menilai ungkapan Ratinoyo sebagai bentuk kemalasan untuk menerima tugas dalam membangun stadion yang nantinya untuk markas Persija itu.

 Baca juga: Pembangunan Stadion BMW Diserahkan PT Jakpro, Ini Tanggapan DPRD DKI

"Kadisporanya itu mungkin udah pengen pensiun jadi males dia kerja berat berat. Menurut saya kalo ngomong begitu berarti dia sudah males mengerjakan hal-hal besar, sudah males berprestasi gitu," kata Bestari saat dihubungi wartawan, Jumat, (23/11/2018).

Untuk itu dirinya menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera memberhentikan Kadispora dari kursi jabatannya.

"Dia udah males dikasih kerjaan karena lebih nyaman dengan pekerjaan-pekerjaan ringan disisa jabatannya, saya justru menyarankan kepada gubernur agar Kadispora diganti karena ragu-ragu terhadap pekerjaan yang notabene adalah tupoksinya dia," tuturnya.

 Baca juga: Ketua DPRD DKI: Stadion BMW Harus Ada, Tapi Tidak Dipegang Jakpro

Bestari juga menepis anggapan Ratinoyo yang menilai bahwa pengerjaan Stadion BMW lebih baik dikerjakan Jakpro yang sudah terbukti mampu membangun Velodrome saat gelaran Asian Games 2018 dengan baik.

"Kalo mengenai Jakpro kenapa kita alihkan ke dispora begini, kalo dispora yang kerja yang mengerjakan yang kerja juga nanti Wika atau Adhi Karya kalo dikasih ke Jakpro juga Wika juga yang kerja Adhi Karya juga begitu, BUMN juga yang kerja jadi fungsinya (dispora) apa," terangnya.

"Mau di lelang atau tidak oleh Jakpro tetapkan, prosedur awalnya berjalan dan Jakpro itu bukan tukang ngebangun mana ada bangunan yang dia bangun, kan semua pake konsorsium Wika, Adhi Karya, Jakpro administrasi aja ngapain, Jakpro bikin sendiri disana bikin-bikin apa disana suruh usaha gitu loh," tukasnya.

 Baca juga: Pembangunan Stadion BMW Diserahkan PT Jakpro, Ini Tanggapan DPRD DKI

Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta, Ratinoyo menilai pembangunan Stadion BMW lebih baik diserahkan kepada ahlinya. Dalam hal ini menurutnya yang lebih baik mengerjakan stadion tersebut adalah PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

"Jadi dari pandangan Kadispora, segala sesuatu serahkan sama ahlinya. ahli yang membuat infrastruktur yang sudah terbukti membangun velodrome yang berstandar internasional untuk asian games yang diakui secara internasional kan adalah jakpro," kata Ratinoyo saat dihubungi wartawan, Jumat, (23/11/2018).

Menurutnya pembangunan velodrome untuk gelaran Asian Games 2018 sudah menjadi bukti bahwa Jakpro memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu.

 Baca juga: Ketua DPRD DKI: Stadion BMW Harus Ada, Tapi Tidak Dipegang Jakpro

"Kalau ada pengendapan, diperbaiki sistemnya, tapi jangan kemudian orang yang sudah dapat pengalaman kemudian tidak diberi appreciate penghargaan untuk mengerjakan sesuatu untuk kepentingan nasional, dan kepentingan DKI untuk kemajuan olahraga kemajuan sepakbola," paparnya.

Dirinya mencotohkan Stadion Gelora Bung Karno yang dibangun oleh Kementerian PUPR bukan Menpora, sebab yang memiliki keahlian itu adalah PUPR.

"Menpora enggak bisa ngerjain stadion gelanggang sepak bola, kolam renang, ya Menteri PUPR yang punya ahli kontruksi, ahli arsitek. hasilnya apa, ya kolam renang jadi keren, GBK jafi keren, karena dikerjakan PUPR," terangnya.

(Fakhri Rezy)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement