Serangan Siber Jelang Pemilu, Kepala BSSN: Ancaman Mulai Bertaburan

Anggun Tifani, Jurnalis · Sabtu 24 November 2018 11:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 24 605 1982175 serangan-siber-jelang-pemilu-kepala-bssn-ancaman-mulai-bertaburan-4g38obduf2.jpg Kepala BSSN (Anggun Tifani/Okezone)

TANGERANG - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus mengantisipasi adanya serangan siber di media sosial. Kepala BSSN Djoko Setiadi menyebutkan, ancaman tersebut sudah mulai terjadi.

"Jenis ancaman yang sudah terdeteksi itu sangat teknis, yang pasti ancaman sudah mulai banyak bertaburan, berdatangan," ujar Djoko saat konferensi pers di Swiss Herman University, Alam Sutera Kota Tangerang, Sabtu (24/11/2018).

 Baca juga: BSSN Berkomitmen Sinergitas dengan Keamanan Siber

Saat dikonfirmasi, Djoko tidak dapat menyebutkan jumlah angka serangan tersebut secara pasti. Namun begitu, pihaknya akan terus berupaya menjadi situasi siber di sosial media.

Kepala BSSN (Anggun Tifani/Okezone)

"Kita harus selalu mengikuti perkembangan teknologi dengan bagaimana menciptakan situasi aman. Untuk menyebutkan angkanya berapa, kita harus koordinasi terus dengan KPU dulu ya, kita juga pasti selalu bekerjasama dengan KPU," ucapnya.

 Baca juga: Delegasi BSSN Hadiri SOMTC ke-18 di Malaysia, Bahas Penanggulangan Masalah Siber

Djoko mengimbau, dalam bersosial media, masyarakat diupayakan untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman.

"Kita harapkan dengan kesadaran seluruh bangsa ini kita bersama-sama menciptakan situasi yang aman. Kalau kita melarang itu juga kan ada aturannya, jadi mari kita sharing hal-hal yang baik saja," pungkasnya.

 Baca juga: Hadapi Ancaman Dunia Maya, BSSN Kumpulkan Komunitas Keamanan Siber

Diketahui, pada kesempatan ini BSSN melakukan peningkatan kolaborasi serangan siber dengan cara bekerjasama dengan berbagai lembaga, salah satunya dengan Swiss German University dan Indonesia Honeynet Project. Bentuk kerjasama itu dalam bentuk seminar dan workshop yang dapat dihadiri oleh seluruh kalangan umum.

Pada diskusi itu, mereka membahas berbagai hal terkait dengan tren ancaman siber, tata kelola risiko dalam peningkatan keamanan siber dan isu terkini seputar keamanan siber lainnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini