nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapalnya Ditembaki dan Ditahan Rusia, Ukraina Akan Berlakukan Darurat Militer

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 26 November 2018 09:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 26 18 1982765 kapalnya-ditembaki-dan-ditahan-rusia-ukraina-akan-berlakukan-darurat-militer-fk1SXHCnta.jpg Presiden Ukraina, Petro Poroshenko. (Foto: Reuters)

KIEV – Presiden Ukraina, Petro Poroshenko mengatakan bahwa dia akan mengusulkan diberlakukannya status darurat militer menyusul insiden penembakan dan penyitaan tiga kapal Ukraina oleh Rusia di Laut Hitam.

Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional Ukraina (NSDC) telah menyatakan dukungannya untuk memberlakukan status darurat militer selama 60 hari. Usulan itu akan diajukan ke parlemen Ukraina, Verkhovna Rada untuk mendapatkan pengesahan.

Poroshenko mengatakan bahwa dia tidak berencana untuk melakukan serangan terhadap Rusia jika darurat militer diberlakukan.

BACA JUGA: Langgar Batas Laut, Rusia Tembak dan Tahan 3 Kapal Ukraina

Berbicara pada konferensi pers, Poroshenko mengatakan bahwa Kiev telah meminta NATO dan Uni Eropa untuk "mengoordinasikan tindakan untuk memastikan perlindungan bagi Ukraina."

"Kami menyerukan kepada seluruh koalisi internasional pro-Ukraina: kita harus menyatukan kekuatan," kata Poroshenko sebagaimana dilansir RT, Senin (26/11/2018).

Poroshenko mengatakan bahwa Ukraina akan membahas langkah-langkah lebih lanjut dengan Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg pada Senin. Beberapa pertemuan dengan para pemimpin negara-negara sekutu Ukraina juga telah direncanakan untuk digelar pada hari yang sama.

Presiden Ukraina itu berusaha meyakinkan publik bahwa keputusan Kiev untuk memberlakukan darurat militer tidak akan melanggar hak dan kebebasan warganya. Dia menegaskan bahwa Ukraina hanya akan melakukan tindakan defensif untuk melindungi wilayah dan rakyatnya.

Dia juga mengklaim bahwa status darurat militer tersebut tidak akan mengganggu kebuntuan dengan pemberontak di wilayah Republik Donetsk dan Luhansk yang tengah berada dalam gencatan senjata.

Status darurat militer akan mengizinkan pemerintah Ukraina untuk memperketat dan membatasi kebebasan sipil seperti kebebasan bergerak dan berkumpul. Kiev akan dapat memberlakukan pembatasan perjalanan bahkan melarang semua warga negara untuk meninggalkan Ukraina.

Hak-hak lain yang mungkin akan terdampak di antaranya adalah hak berdemonstrasi dan aksi massa lainnya, hak beraktivitas bagi partai politik. Status darurat militer juga memungkinkan pemerintah memperketat kontrol atas media, termasuk menutup stasiun televisi, media cetak, radio yang dianggap mengancam keamanan nasional Ukraina.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini