Hal ini merupakan salah satu fungsi dari lembaga konservasi PT TIJA untuk melakukan penyelamatan dan perawatan agar hewan tersebut dapat dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Keberhasilan evakuasi/penyelamatan bayi dugong ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang aktif melapor dan dengan sukarela menyerahkan, respon cepat dari Direktorat KKH dan koordinasi yang baik antara LK PT. TIJA, Balai Besar KSDA Jawa Barat dan Balai KSDA Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, Manajemen PT TIJA mengatakan bahwa kunjungan KLHK merupakan bentuk perhatian yang sangat baik terhadap aktivitas konservasi yang dilaksanakan oleh LK PT TIJA. Dalam kunjungannya, Wiratno juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak Ancol yang telah berhasil menyelamatkan bayi dugong dan merawatnya dengan baik. Diharapkan dapat menjamin kelestarian biota mamalia laut ini.
Peninjauan diakhiri di Sea World Ancol dengan seremoni penandatanganan akte bagi bayi lumba-lumba kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah.
(Risna Nur Rahayu)