nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stiker Uji KIR Pikap Pengangkut Santri yang Terbalik di Cipondoh Palsu

Anggun Tifani, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 21:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 28 338 1984223 stiker-uji-kir-pikap-pengangkut-santri-yang-terbalik-di-cipondoh-palsu-FucF8N7Enm.jpg Lokasi pikap pengangkut santri terbalik di Cipondoh (Foto: Okezone)

TANGERANG - Mobil pikap yang membawa rombongan 23 santri yang kecelakaan di Flyover Greenlake City, Cipondoh, Kota Tangerang, tidak hanya kelebihan muatan. Setelah diselidiki, uji KIR pikap tersebut ternyata palsu.

"Uji KIR palsu setelah kami cek ke DKI kami menyatakan uji KIR tanggal 29 Mei 2016. Jadi, sudah 4 tahun tak melakukan uji. Uji berkala kendaraan mati dua tahun, stiker dipalsukan," ujar Agus Supriyansah, Penguji KIR Dishub Kota Tangerang di Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (28/11/2018).

Terkait masalah muatan, Agus menjelaskan, seharusnya mobil tersebut maksimal mengangkut 700 kg. Namun, yang terjadi, mobil mengangkut lebih dari 1 ton. "Kendaraan membawa muatan berlebih, ini juga yang menjadi penyebab selang rem pecah dan patah," jelasnya.

(Baca Juga: Sopir Pikap Pembawa Santri yang Terbalik di Cipondoh Resmi Jadi Tersangka)

Pikap pengangkut santri kecelakaan

Atas temuan tersebut, termasuk temuan uji KIR palsu, pihaknya menyerahkan hal tersebut sepenuhnya ke proses hukum. "Keabsahannya kita serahkan kembali ke proses hukum," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rizky Fahmi (20) yang menjadi sopir dalam pikap tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Rizky dan 22 santri lainnya berasal dari Pondok Pesantren Miftahul Huda, dan kemudian menjadi korban kecelakaan pikap terbalik usai mereka menghadiri acara maulid di Pesantren KH Rosyid.

(Baca Juga: Ini Sosok Sa'if Ali, Santri Korban Tewas Kecelakaan Mobil Pikap di Cipondoh)

Saat itu, sopir kehilangan kendali ke kiri sehingga menabrak besi pembatas jalan sehingga penumpang terpental dari kendaraan pikap. Dalam kecelakaan ini menewaskan 3 korban, sementara 20 lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, 6 korban masih dalam perawatan rumah sakit.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini