Head to Head Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi di 4 Survei Terakhir

Neneng Hasanah, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 17:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 29 605 1984629 head-to-head-jokowi-ma-ruf-dan-prabowo-sandi-di-4-survei-terakhir-sGlENkXK4n.jpeg (Foto : Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Menyambut Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, berbagai lembaga survei di Indonesia melakukan penelitian terkait elektabilitas dari pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH. Ma'ruf Amin dan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berikut hasil survei dari beberapa lembaga pada Oktober-November 2018, yang dirangkum Okezone, pada Kamis (29/11/2018).

1. Indonesia Development Mentoring (IDM)

Survei Indonesia Development Mentoring (IDM) dilaksanakan pada 8-21 Oktober 2018. Survei ini melibatkan 2.178 responden yang tersebar di 33 provinsi, dengan margin of error-nya kurang lebih 2,1% dan tingkat kepercayaan 95%.

Pada survei ini, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 35,58%, sedangkan Prabowo-Sandi mencapai 56,39%. Terdapat pula responden yang belum menentukan pilihannya (undecided voters), yaitu sekira 8,13%.

Kemesraan Pasangan No urut 01 di Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019

Berdasarkan survei tersebut, pasangan calon (paslon) nomor urut 02 diunggulkan dengan pemilih milenial sebesar 60,1%, dibandingkan paslon nomor urut 01 yang hanya 31,7%. Hal itu dikarenakan sosok Sandi yang lebih mewakili pemilih milenial yang kreatif, percaya diri, dan terhubung satu sama lain.

Sementara itu, elektabilitas Jokowi menurun dikarenakan tidak bisa memenuhi janji-janjinya selama menjabat sebagai Presiden RI. Dalam temuan survei IDM ini, 38,9% responden menyatakan kondisi ekonomi saat ini mengalami penurunan. Hanya 12,7% responden yang mengaku mengalami peningkatan ekonomi.

2. Alvara Research Center

Lembaga ini menggelar survei pada 8-22 Oktober 2018 dengan 1.781 responden, yang dilakukan di 33 provinsi di Indonesia. Riset ini menggunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error-nya sebesar 2,37%.

Dalam survei itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin 54,1%, sedangkan Prabowo-Sandi 33,9%. Sementara itu, ada sekira 12% responden yang belum menentukan pilihan atau undecided voters.

Selain itu, survei menunjukkan 55% pemilih pasangan nomor urut 01 menyatakan tidak akan mengubah pilihannya. Begitu pula dengan pasangan nomor urut 02 sebesar 57,7%.

Pemilih di Jawa dan Sumatera akan sangat menentukan hasil Pilpres 2019. Jokowi-Ma’ruf Amin pun unggul di hampir semua wilayah, kecuali Sumatera.

3. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA

Survei nasional LSI Denny JA dilaksanakan pada 10-19 Oktober 2018 terhadap 1.200 responden di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan metode pengambilan sampel secara acak atau multi stage random sampling. Survei ini memiliki margin of error 2,8% dengan tingkat kepercayaan 97,2%.

Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 57,7%, sedangkan Prabowo-Sandi 28,6%. Tersisa 13,7% responden yang belum menentukan pilihan.

Prabowo-Sandiaga Gelar Konferensi Pers Bahas Isu Politik dan EkonomiPrabowo-Sandiaga Gelar Konferensi Pers Bahas Isu Politik dan Ekonomi

Pada survei awal Oktober ini, elektabilitas paslon nomor urut 02 menurun. Pada survei September 2018, Prabowo-Sandi 29,2%, tapi para survei terakhir elektabilitasnya menjadi 28,6%. Diduga penurunan elektabilitas itu berkaitan dengan adanya kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

4. Lembaga Media Survei Nasional (Median)

Survei Median dilakukan pada 4-16 November 2018. Populasi survei terdiri atas seluruh warga yang memilik hak pilih. Target sampel sebanyak 1.200 responden dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel dipilih secara random dengan teknik multi stage random sampling dan proporsional atas populasi di 34 provinsi dan gender.

Dari hasil penelitian itu, diketahui elektabilitas Jokowi- Ma'ruf Amin sebesar 47,7%, sementara Prabowo-Sandi mencapai 35,5%. Namun, ternyata 16,8% responden belum menentukan capres-cawapres pilihannya. Selisih persentase antara dua paslon tersebut juga terbilang tidak terlalu jauh, yaitu hanya sebesar 12,2%.

(Baca Juga : Survei Indopol: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Sumut 55,99%, Prabowo-Sandi 34,83%)

Meski begitu, keunggulan Jokowi-Ma’ruf Amin belum bisa dibilang aman. Itu karena elektabilitas pasangan petahana dalam survei ini selalu di bawah 50 persen. Penyebabnya adalah adanya masalah ekonomi dan kesejahteraan yang masih mendominasi dalam benak publik. Sedangkan penyebab Prabowo-Sandi masih tertinggal, yakni belum adanya solusi terbaik yang diberikan kepada masyarakat terkait masalah perekonomian di Indonesia dan gaya komunikasi politik Prabowo yang dianggap keras oleh publik.

Selain itu, survei Median menunjukkan, Jokowi-Ma’ruf Amin unggul di Jawa dan daerah desa. Jokowi-Ma’ruf Amin memperoleh suara 48,7% untuk Jawa dan 47,8% untuk daerah pedesaan. Sementara Prabowo unggul di pengguna media sosial. Sebanyak 42,9% pengguna Facebook, 59,2% pengguna Twitter, dan 48,9% pengguna Instagram memilih Prabowo-Sandi.

(Baca Juga : Tanggapi Survei Median, Kubu Jokowi-Ma'ruf Bakal Yakinkan Swing Voters)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini