nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berbau Makar, Polisi Bubarkan Aksi Aliansi Mahasiswa Papua

Antara, Jurnalis · Minggu 02 Desember 2018 22:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 02 519 1985858 berbau-makar-polisi-bubarkan-aksi-aliansi-mahasiswa-papua-JqZVidu5md.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

SURABAYA - Aparat Polrestabes Surabaya membubarkan aksi yang digelar Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan memulangkan ratusan orang yang tergabung di dalamnya ke daerah asal masing-masing.

"Alhamdulillah, proses pemulangannya malam ini berlangsung dengan lancar," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/12/2018).

Ia mengatakan ratusan orang yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Papua itu seluruhnya diamankan dari sebuah rumah yang dikenal sebagai mess mahasiswa asal Papua, di Jalan Kalasan Surabaya, pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Sehari sebelumnya, Sabtu pagi, mereka menggelar aksi di kawasan Bambu Runcing Surabaya. Menurut Rudi, aksi mereka berpotensi membuat rusuh Kota Surabaya karena diduga bermuatan radikal atau makar. "Terbukti ada massa dari ormas lain yang datang untuk menghalau aksi mereka," katanya.

Dirinya menyebut total personel Aliansi Mahasiswa Papua yang diamankan berjumlah 233 orang. Satu per satu dari mereka diinterogasi di Mapolrestabes Surabaya.

"Ratusan orang asal Papua itu datang dari berbagai daerah. Setelah menjalani pemeriksaan di Polrestabes Surabaya, malam ini kami antarkan mereka ke mess di Jalan Kalasan, Surabaya untuk mengambil barang-barangnya, sebelum kemudian dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing," tutur Kapolres.

Pemulangan mereka lanjut Rudi, menggunakan tiga bus yang disediakan oleh Polrestabes Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Satu bus berisi 50 orang menuju Kota Malang. Sedangkan dua bus, masing-masing berisi 57 dan 33 orang menuju Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo dengan pengawalan ketat aparat.

Selain itu, sebanyak 83 orang lainnya pulang sendiri-sendiri saling berboncengan mengendarai sepeda motor. Rombongan dua bus yang menuju ke Bungurasih sambungnya, berisi mahasiswa asal Papua yang beraktivitas di berbagai daerah. "Sehingga sesampainya di Bungurasih, masing-masing nanti diarahkan ke bus yang menuju ke daerahnya," ujarnya pula.

Sedangkan 83 orang yang pulang mengendarai sepeda motor berboncengan, menurut Rudi, rumahnya memang tidak jauh dari mess Jalan Kalasan Surabaya. "Mereka tinggalnya di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya," papar Rudi.

Ia menambahkan, pemulangan anggota Aliansi Mahasiswa Papua ini bukan soal melarang kebebasan berserikat, berkumpul atau mengemukakan pendapat di muka umum, namun karena perkumpulan ini dirasa mengancam ketertiban dan keamanan Kota Surabaya. "Kami tidak ada kompromi. Mereka tidak boleh berkumpul lagi," tegasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini